random thoughts

nulisss…. mumpung lagi pengen nulis banget dan ngerasa momentnya lagi pas (pas ujan dan pas hari libur..yeay ;p). sebenernya banyak yang ingin diceritakan apalagi sebulan ini banyak banget hal yang BEDA. Mulai dari organisasi baru, teman-teman baru, usia  baru, karir baru, dan status yang… lama

tema yang dipilih sekarang adalah….

hemmm…. sebelum membahas ke tema, kayanya saya perlu ngasih intro dulu, jadi ceritanya akhir-akhir ini si winda yang tengil ini lagi sering ga setuju sama perkataan orang, lebih tepatnya orang-orang. kalo diceritain contoh kasus yang kemaren-kemaren bisa panjang, jadi saya bahas yang sesuai tema yang saya pilih dulu ya.. temanya yaituu… maaf sebenernya saya juga gatau ini temanya apaan .__. Baca aja sambil jalan entar juga ngerti apaan yang ada di otak saya

jadi kemaren sempet ikut kajian yang judulnya “istri sholeha”. bagus, bahas ummu sulaim dan lain-lain. tapi yang menjadi inti adalah, yang disebut istri sholeha adalah yang sholat 5 waktu dengan benar (“benar” yang saya tangkap adalah gerakannya karena kajian sebelumnya pernah membahas ini) dan bisa membaca Al-Qur’an. emmmm….

menurut sepengetahuan saya yang sebenernya gak tau apa-apa ini, dulu seseorang karena sholat pada saat peperangan, jadi tangan pun disimpan di dekat tempat disimpannya pedang (bukan diatas pusar dan dibawah dada), lalu ketika dadanya sakit, pada saat shalat tangan disimpan di dada, lalu pernah juga baca ayat secara random, tentang sholat sambil berjalan  jika pada saat itu dirasa aman (pada saat peperangan juga kalo gasalah sih) *maafkan saya ya Allah ;(* silakan cari ayatnya sendiri, karena membaca Al-Qur’an itu tidak bisa digantikan .__. kalo saya ngebohong, mau percaya-percaya aja?

jadi intinya kalo ditilik, kita-kita sebagai orang, sering men-Tuhankan (saya perlu guru bahasa indonesia,sekarang!) eh.. lanjut.. sering men-Tuhankan sesuatu selain Allah, apapun, kalo di kasus yang ini, menuhankan gerakan sholatnya dibanding esensi sholatnya itu sendiri, misal nganggep orang lain gerakan sholat atau wudhunya salah, dan yang paling parah, hal yang dilakukan kemudian adalah mengolok-olok dan merasa kita sendiri yang paling benar.

Hemm…..  untuk wudhu, kita sering lupa atau bahkan tidak mengetahui tentang esensinya. Contoh, pas lagi berkumur-kumur selalu inget, minta tolong, minta ampun atas segala perkataan yang tidak benar, dan berdoa semoga senantiasa berzikir, dll. pas lagi membasuh muka meminta ampun atas segala kekhilafan atas segala pandangan,dll, begitu juga dengan kaki tangan, *dll lagi*. kalo untuk sholat lima waktu esensinya sebagai pengingat, pas sholat diucapin diingetin pas abis beres salam dipraktekin, kan pas sholat salah satu yang kita sebutkan itu tentang meminta ampun, pas udah beres salam dan melakukan hal yang lain, perilaku kita menunjang hal yang kita ucapin tadi gak? susah jelasinnya yang jelas baca artinya baca artinya baca artinyanya sendiri, biar ngerti, lalu paham 😀

sekali lagi, kadang kita sebagai orang (yang belum bisa disebut manusia) fokusnya malah sama hal-hal yang lain.

ehlho.. (ngikutin vbi djenggotten)

bukan saya maksud membenarkan dan menyalahkan sesuatu ya .__. maksud saya, maksud saya.. gak maksud apa-apa sih cuma mengeluarkan pemikiran yang ada di otak (dan agak ga pake otak juga ga nyadar hal yang dituliskan bisa membuat banyak yang menjauh).

taawudz dan basmallah

49:11. Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.  Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

intinya sih itu .___.

inget yah.. Al-A’raf 17 yang tentang iblis mendatangi dari kanan kiri depan belakang.. lalu Al-A’raf 21 tentang datang dalam bentuk pemberi nasihat. (cek sendiri, masa mau percaya aja kalo saya ternyata bohong?) pastikan sendiri.. baca sendiri..

tulisan saya cuma embel-embel penambah yang agak ga jelas baik atau tidaknya untuk dibaca.. kan kalian gatau keadaan pas lagi menulis itu pas lagi iblisi atau malaikati.  makanya disini dijelaskan …

Al-Isra 36 : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. 

jangan lupa baca kafaratul majlis .__.

bisa jadi.. bisa jadipostingan ini akan segera  dihapus..

oyasumi 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s