Melakukan Sesuatu yang Perlu Dilakukan

(true!)

“Ini suara berisik dateng dari mana, sih?” tanya saya kepada Windamaki. Oh, ternyata suara orang yang bersahut-sahutan itu datang dari pikiran saya sendiri! x))

Setelah dinyatakan perlu beristirahat di rumah karena kondisi kehamilan yang dirasa mengkhawatirkan, maka saya yang sebelumnya hanya memiliki waktu 10 jam di rumah (sudah termasuk waktu tidur) kini jadi memiliki waktu 24 jam penuh! Hah, tiga tahun penuh badan terlatih untuk bekerja di luar rumah, sekarang perlu merasakan bagaimana beraktivitas di rumah tanpa orang lain xD. Rasanya? Rasanya berisik. Tepat seperti quote Stephen Hawking di atas, “Quiet people have the loudest minds”. Pada dasarnya saya memang seorang yang tidak dapat dengan mudah berbicara dengan orang lain (alias pendiam), ditambah lagi sekarang benar-benar tidak ada kesempatan untuk membuka mulut, maka dari itu ramai tentunya isi otak ini xD

Kemalasan saya untuk membuat blogpost berawal dari hal-hal kecil seperti ketergantungan saya kepada twitter yang hanya perlu menggunakan handphone untuk membuat tulisan singkat, kemudahan dari kertas dan pulpen yang senantiasa menemani tanpa perlu memikirkan insert photo, ditambah lagi laptop turun-temurun milik keluarga ini sangat lama untuk dioperasikan :’D. Tapi rasa malas berbagi tulisan disadarkan oleh salah satu grup whatsapp berisi para wanita heboh yang sedikit-sedikit meminta saran, padahal pengalaman mereka bisa jadi lebih banyak. Jika mereka bertanya pun saya hanya menyalin kalimat dari buku yang saya baca dan permintaan untuk membahas hal yang saya ketahui terus berdatangan. Ya, waktu luang yang terpikirkan bisa digunakan di rumah untuk saat ini masih hanya sekedar membaca dan menulis. Ternyata membaca buku memang hal yang cukup sulit untuk dilakukan wanita karir, maka teman-teman saya lebih mudah mendapatkan informasi instan yang bisa didapatkan di whatsapp. Dari situ saya merasa mungkin akan lebih bermanfaat jika saya menulisnya juga di blog. Mungkin.

Wah, ternyata cerita awal mula ingin membuat blogpost lagi pun akan panjang jika dituliskan ya ^__^. Maka kali ini saya hanya akan bercerita singkat mengenai satu cerita yang berjudul “Pelajaran dari Bibi Grace” yang tertulis di buku Chicken Soup for the Single’s Soul.

single

Berkisah mengenai seorang wanita yang tidak puas dengan kehidupannya karena semua hal berjalan tidak sesuai dengan kemauannya. Tanpa sengaja dirinya menemukan buku harian tua milik Bibi Grace. Bibi Grace dikenal sebagai wanita lembut dengan pribadi yang menyenangkan dan terlihat tidak memiliki keresahan apapun di hidupnya walaupun dirinya tidak pernah menikah. Wanita tersebut memutuskan untuk membaca buku harian almarhum bibinya kemudian sangat terkejut dengan hal yang ia baca. Bibi Grace ternyata dahulu memiliki kekasih yang terbunuh di San Juan dan dirinya merasa sangat sengsara, apakah ia dapat bahagia lagi? Tulisan selanjutnya adalah keputusan bagaimana Bibi Grace merencanakan hidupnya kedepan, dan berharap rencananya akan menjadi latihannya sehari-hari dengan maksud melepaskan dirinya dari segala keputus asaannya. Rencana Bibi Grace adalah seperti berikut:

Untitled

Bibi Grace melakukan enam kaidah tersebut setiap hari dan menuliskan di buku hariannya apa saja tindakan yang dilakukan dari kaidah tersebut. Beliau membuatkan obat tradisional untuk temannya yang sedang sakit, merajut topi cantik untuk dirinya sendiri, berjalan kaki ke tempat yang biasa dikunjungi walaupun sebenarnya bisa menggunaan kendaraan, mencuci tiga lusin seprai walaupun ia merasa sangat tidak ingin melakukannya, membaca buku yang rumit untuk melatih mental, dan berdoa serta menghitung anugerahnya setiap hari. Latihan enam kaidah tersebut dilakukan dalam misi mengalihkannya dari pikiran-pikiran dukanya yang tertanam.

Akhir ceritanya pasti mudah ditebak untuk seseorang yang biasa membaca chicken soup. Wanita yang membaca buku harian bibinya tersebut menjalankan enam kaidah sederhana Bibi Grace dan merasa kehidupannya lebih baik dari yang dirasakan sebelumnya. Menyenangkan ya rasanya membaca hal yang baik-baik ^__^. Nah, untuk mengakhiri tulisan dan mengambil sari-sari manfaat dari apa yang saya baca, maka saat ini saya memutuskan untuk melakukan hal yang tidak ingin saya lakukan tetapi perlu dilakukan, menyetrika! xD. Selamat siang! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s