5 Cara Meraih Impian ala BAKUMAN

Kondisi yang mengharuskan saya untuk berhenti bekerja kantoran membuat hasrat saya untuk membaca dan menulis di rumah semakin “on fire”. Tidak hanya novel, buku kehamilan, blog walking, dan segala macam artikel, komik koleksi milik suami pun turut saya jajal untuk dibaca. Diawali dengan rasa panik yang datang karena saya belum sempat membawa koleksi buku-buku yang ada di rumah orang tua ke rumah suami, suami saya pun tiba-tiba mengambil komik BAKUMAN dari rak bukunya dan memberikannya untuk saya baca.

IMG_4372[1]

komik yang sangat menginspirasiii..

Bakuman merupakan karya duet dari Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata yang sebelumnya pernah menelurkan karya gemilang yaitu manga Death Note, yang tentunya sebagian besar dari penikmat komik sudah pernah membacanya. Tetapi sangat berbeda dengan komik Death Note yang masuk dalam kategori fiksi fantasi, komik Bakuman lebih menceritakan kehidupan sehari-hari dua orang remaja yang berusaha menggapai cita-citanya. Saya malah menganggap buku ini merupakan versi komik dari buku-buku motivasi yang sedang marak di pasaran saat ini, dan tentunya Bakuman memiliki kemasan yang lebih menarik karena memiliki cerita dan gambar yang lebih mudah diterima otak. Otak saya lebih tepatnya xD.

Sinopsis komik Bakuman

Di buku volume pertama kita bisa membaca tentang Mashiro sebagai pemeran utama yang tidak memiliki cita-cita walaupun dirinya memiliki bakat menggambar. Pikirannya berkutat pada kenyataan bahwa setelah sekolah ia akan melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja kantoran, dan setelah itu tentu saja ia akan dianggap anak baik sesuai keinginan orang-orang disekelilingnya, dengan mengenyampingkan apa yang disukainya. Takagi, seorang bocah pintar peminat manga melihat potensi Mashiro dan mengajaknya untuk menjadi mangaka bersama-sama. Mashiro yang memiliki paman seorang mangaka yang kemudian meninggal karena bekerja terlalu keras, menanggapi ajakan Takagi dengan pesimis dan menjabarkan fakta bahwa menjadi mangaka tidak semudah ucapan mulut saja. Tetapi Takagi menyimpan rahasia besar Mashiro, ia mengetahui bahwa Mashiro sangat menyukai teman sekelas mereka, Miho, yang ternyata memiliki cita-cita untuk menjadi seiyuu terkenal yaitu orang yang menjadi pengisi suara dari anime. Intinya buku ini menceritakan perjuangan keras Mashiro dan Takagi untuk menggapai impian agar komik ciptaan duet Mashiro Takagi bisa menjadi anime dimana Miho yang akan menjadi pengisi suaranya.

Banyak pelajaran penting bagi orang-orang yang memiliki impian besar yang bisa dipelajari dari Bakuman. Namun hanya ada 5 poin penting yang saya garis bawahi setelah membaca keseluruhan dari komik ini. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

1. Miliki impian dan yakin ingin mewujudkannya

What do you want? What do you desire? What makes you itch? Apa yang benar-benar ingin saya lakukan, apa yang benar-benar saya inginkan? Apakah ketika uang dan popularitas sudah diraih, saya tetap akan fokus untuk meraih impian saya? Di dalam komik ini berulang kali dijelaskan melalui karakter-karakternya bahwa popularitas dan kejayaan merupakan bonus dari hasil kerja dan upaya dari apa yang menjadi passion kita, bukan sebaliknya! Tidak dengan melihat situasi, “Apa yang sedang populer?” lalu kita mengerjakannya dengan tujuan ingin untuk populer juga walaupun sebenarnya kita tidak ingin melakukannya. Pikirkan secara masak-masak, “Apa hal yang akan terus saya lakukan walaupun popularitas dan kejayaan sudah ada di genggaman?”

2. Mengetahui potensi diri

Lihatlah apa yang menjadi potensi diri kita, Mashiro memfokuskan dirinya pada menggambar dan menyerahkan 100% pembuatan cerita pada Takagi. Memang kedua hal tersebut — menggambar dan mengarang cerita — bisa dilakukan bersamaan, tetapi Mashiro mengetahui kelemahannya dan lebih memilih untuk fokus mengasah keahliannya. Ingat-ingatlah apa yang menjadi kegemaran kita ketika kita masih kecil, yang kita lakukan tanpa beban, dan pernah mendapatkan pujian dari orang lain. Tetapi memang tidak ada salahnya jika kita sangat berminat untuk mempelajari hal yang baru, hal terpenting adalah kita melakukannya dengan suka hati.

3. Memiliki mentor dan lingkungan yang mendukung

Akan lebih baik jika kita memiliki mentor berpengalaman yang bisa memberikan arahan, tetapi jika tidak ada, kita bisa membuat mentor sendiri yaitu dengan membaca buku-buku, memiliki tokoh kegemaran yang bisa dianut, dan melihat video-video pendukung. Mashiro dan Takagi memiliki editor yang sangat mendukung kemajuan mereka dan yang terpenting adalah mereka mendengar arahan dengan baik. Mengikuti arahan orang yang sudah berpengalaman bisa membuat kemampuan mereka semakin berkembang dengan pesat, walaupun terkadang debat memang penting untuk dilakukan jika ada hal yang kita anggap melenceng dan tidak sesuai. Teman-teman satu perjuangan pun perlu untuk dimiliki, itulah pentingnya mengikuti suatu komunitas yang menjadi hobi kita agar kita semakin terpacu menjadi lebih baik dan banyak yang menyemangati. Seperti teman-teman mangaka Mashiro Takagi yang bahu-membahu menolong satu sama lain.

4. Bersaing dengan cara yang positif

Saingan akan selalu datang, begitu dengan orang yang ingin menjatuhkan kita. Banyak cara-cara kotor yang sebenarnya bisa dilakukan Mashiro Takagi untuk mengalahkan saingannya, sama seperti perilaku beberapa mangaka yang berniat menjatuhkan mereka dengan cara yang licik. Mashiro Takagi tidak menyempatkan diri untuk berpikiran negatif dan ikut berbuat curang, mereka tetap berjuang mengalahkan saingannya dengan cara positif, yaitu bekerja lebih keras dari sebelumnya.

5. Mengurangi waktu bermain dan istirahat

Memang jika dilihat dari komik ini agak terlalu berlehihan jika kita ikuti, karena Mashiro bekerja terlalu keras sampai akhirnya sakit dan perlu menjalani operasi besar di rumah sakit. Hampir seperti pamannya yang sampai meninggal karena sakit karena mengenyampingkan hidup sehat selama prosesnya dalam membuat komik. Tetapi memang mengurangi waktu untuk bermain-main lah yang membuat kita dapat terus mengasah kemampuan kita. Mashiro melatih diri dengan menggambar ulang 100 kali gambar dari adegan komik-komik terkenal dan terus melihat timer untuk menghitung seberapa cepat ia dapat menggambar suatu adegan. Luar biasa! Selama ini saya sendiri pun hanya melakukan hobi saya tanpa pernah benar-benar berpikir untuk memperbaiki kualitas, bahkan belum pernah terpikir sampai menghitung berapa waktu yang diperlukan untuk melakukan aktivitas tersebut. Itu lah mengapa kita perlu mengetahui dengan pasti apa yang benar-benar menjadi passion kita, agar kita terus ingin menjadi lebih baik!

5 pelajaran dari komik Bakuman sudah selesai dibahas dan disebarkaaan, tidak terasa sudah hampir 1000 kata yang telah diketik ^__^. Buku ini saya rasa menjadi buku wajib baca bagi semua orang yang mempunyai cita-cita, tetapi entahlah bagi orang yang benar-benar anti komik apakah akan tertarik untuk membacanya atau malah melemparnya xD. Yuk ah, jangan mau kalah dengan Mashiro dan Takagi, selamat berjuang! (^__^)9

Advertisements

6 thoughts on “5 Cara Meraih Impian ala BAKUMAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s