Mengetik di Beberapa Jam Sebelum Melahirkan x))

e2ca730ff754d8b114d6abc15b4001b7

Audzubillahiminasyatonirojim. Bismillahirohmanirohim.

19 Desember 2015,  11.02 pagi menjelang siang yang mendung.

Sebenarnya pukul 10 tadi saya sudah mengetik cukup banyak sambil diselingi rasa lapar karena baru sarapan satu potong mangga. Tiba-tiba karena suatu kelalaian kecil, semua tulisan hilang tidak berbekas. Hmmm, mungkin memang suatu pertanda bahwa saya perlu melanjutkan sarapan dahulu ketimbang meneruskan tulisan ini  x).

Yap, dengan perut yang sudah cukup kenyang sambil mengunyah jambu air saya kembali meneruskan cerita dadakan sebelum persalinan. Jujur akhir-akhir ini ada rasa segan untuk menulis di blog yang bisa dengan mudah diakses oleh umum, jadi setiap hari saya hanya menulis di tumblr yang sudah saya kunci dan hanya saya yang bisa membacanya :D. Tapi rasanya sayang pengalaman detik-detik (jam-jam lebih tepatnya) menjelang persalinan ini tidak terpampang di blog windamaki.  Yahh.. boleh lah sekali-sekali menulis di sini, sekalian melawan si amnesia yang datang ketika sudah disibukkan dengan merawat dedek mas bayi xD.

Pagi tadi tepat sebelum suami berangkat kerja saya sudah melihat bercak darah yang “menurut tulisan di buku” merupakan salah satu tanda-tanda waktu persalinan semakin dekat. Hal ini belum saya informasikan kepada sang suami karena beliau masih perlu mengemban tugas untuk menyelamatkan nyawa orang banyak xD.  Daripada membuat banyak orang kejang-kejang karena menunggu pekerjaan bapak suami yang mungkin akan tertunda karena informasi tersebut, lebih baik saya menunda pengumuman ini sampai situasi dirasa lebih aman dan terkendali :p. Saya malah masih ikut naik motor bersamanya ke depan komplek untuk membeli buah mangga dan manggis (masih mengidam di saat-saat terakhir kehamilan). Ketika bapak suami sudah pergi, saya memutuskan untuk di rumah dulu dan berkonsultasi via line dengan bu bidan handal, sahabat saya Reri Febrianti tersayang. Saya pikir lebih baik nanti saja cek ke bidan dekat rumah ketika suami saya sudah pulang, dan lagi perut ini belum terasa mulas dan tidak ada tanda-tanda ada cairan yang keluar.

“Dedek mas bayi” yang tadi sempat disebut rencananya bernama Matahari Ar Sakha, sudah ditentukan walaupun kami belum mengetahui jenis kelamin bayi yang masih ada di dalam rahim ini. Ketika usia janin sudah 9 bulan, baru terlihat ternyata bayi yang dikandung adalah laki-laki. Dipikir-pikir nama tersebut memang lebih cocok untuk laki-laki ya xD. Nama Matahari dipilih karena saya ingin memasukan nama unsur alam tetapi dalam bahasa Indonesia, tadinya akan dinamakan Awan, tetapi bapak suami lebih memilih Matahari, hmm, boleh juga walaupun akan sama dengan nama nasabah saya ketika dulu masih bekerja di Bank Muamalat xD. Ar Sakha artinya adalah bangsawan yang dermawan, pencarian nama yang cukup lama oleh suami saya setelah saya paksa-paksa agar segera mencarikan nama :p. Semoga penerus masa depan ini menjadi bermanfaat seperti matahari, tetap bermental bangsawan di kondisi sempit ataupun lapang, yang selalu dermawan kepada orang lain dalam memberikan ilmu-ilmu dan harta yang diberikan Allah kepadanya. 😀 Aamiin.

Di akhir tulisan ini saya mengucapkan banyak terima kasih kepada calon ayah, Bapak Herry Iskandar, si manusia awet muda yang tampan, yang lembut dan tidak pernah marah, yang pandai menggambar dan lihai memetik gitar, yang dari awal bertemu sudah memboyong keluarganya ke rumah sebagai bentuk perkenalan alih-alih memilih untuk pacaran, yang berani menikahi perempuan yang belum bisa memasak dan mengurus rumah tangga :p, yang bersabar menghadapi perubahan hormon pada istrinya yang sangat ekstrim di awal-awal kehamilan, yang tidak mengeluh ketika istrinya muntah tepat di kasur bagiannya dan pada mangkuk makanannya, yang mau bangun tengah malam memijat istrinya ketika sang istri mengeluh kesakitan, yang mau mengikuti beberapa kelas laktasi di hari liburnya yang berharga (dan kini ilmunya mengenai laktasi lebih banyak daripada istrinya), yang mau menonton video youtube tentang cara memakaikan popok kain kepada bayi, yang tidak pernah memaksakan kehendaknya dan membebaskan istrinya melakukan apapun yang ia suka, yang jika kebaikannya disebutkan satu per satu tidak akan pernah selesai. Hey, dirimu luar biasa, ayah Herry 😀

Semoga persalinan yang akan terjadi pada jam-jam mendatang berlangsung normal, dilancarkan, dimudahkan, dan tanpa perlu menjalani proses episiotomi (hiks). Aamiin aamiin ya robbal aalamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s