Kenalan dengan cemilan Bogor, yuk!

img_2096.jpg

Matahari berusia empat bulan, sedang lincah-lincahnya jika dipakaikan popok (alias perlu perjuangan keras bagi ibunya). Kesibukan buwin saat ini masih sama seperti sebelumnya, mencuci, menjemur, kadang memasak, kadang menyetrika, menulis seperlunya, menyisir rambut jika beruntung, dan yang terbaru adalah berjualan. Ya, berjualan keripik dan mochi via online.

Keresahan buwin yang kerjaannya resah melulu agak terobati dengan adanya kegiatan berjualan. Berawal dari obrolan-obrolan iseng di LINE bersama geng kongkow semasa SMA yang tidak ada habisnya, akhirnya berujung pada keputusan untuk berjualan bersama-sama demi menambah uang kas bulanan yang biasa digunakan untuk didonasikan ke panti asuhan.

Berdagang keripik dimulai pada bulan akhir Maret 2016 dan kini transaksi penjualan keripik sudah mencapai 150 bungkus. Alhamdulillah. Nah, untuk akhir April ini saya coba maju sendirian untuk berjualan mochi. Berbeda dengan keripik yang bisa bertahan sampai tiga bulan, mochi ini hanya awet tiga hari. Memang agak tricky untuk pengaturannya karena setiap pembeli harus mendapatkan mochi yang baru, tapi dijalankan saja selagi ada kesempatan. Keripik dan mochi yang dijual merupakan buatan asli dari urang Bogor. Hitung-hitung berbisnis sekalian memajukan karya anak kota sendiri. 😀

image

“Cau Chips”

Keripik pisang atau Cau Chips memiliki tujuh varian rasa: original, green tea, cokelat, vanila, sapi panggang, keju, dan balado. Sejauh ini penjualan dari setiap rasa hampir merata namun vanila dan keju tercatat paling disukai oleh kaum hawa :D. Pria ambisius dan memiliki cita-cita menjadi presiden di balik cau chips ini merupakan rekan SMA sekaligus rekan kerja buwin ketika kerja di bank dulu. Oya, jika ingin menjadi reseller cau chips, bisa langsung melirik instagram @cauchipsid. Sesuai pengalaman dulu jika ingin menjadi reseller perlu konsentrasi yang cukup banyak untuk mantengin timeline official account line cauchips agar tidak kehabisan stock, karena cau chips ini sangat cepat larisnya! xD. Kebetulan akang cau owner cau chips ini sedang mencari istri, ada yang berminat? Berminat menjadi reseller cau chips maksud saya xD

image

“YumMochi”

“Enaaaaakkk bangeeeetttt, papatong ge nyahoeun eta mochi ngeunah,” ujar suaminya teman saya setelah makan yummochi. Entah kenapa harus papatong (capung dalam bahasa sunda) tapi yang jelas komentarnya membuat saya jadi ingin mencoba juga. Berbeda dengan Cau Chips, owner yummochi ini merupakan macan abas, alias mama cantik anak baru satu. Buwin mengenal teteh cantik ini karena beliau duduk tepat di depan saya ketika kami mengikuti workshop dari komunitas bisnis TDA. Teteh yang stylish dan jago desain ini pada awalnya saya kira orangnya pendiam, tapi beliau ternyata diam-diam maut karena pernah menyebarkan foto saya di grup whatsapp SMAnya .__. Gara-gara itu juga saya mengenal pria yang fotonya kini terpajang di buku nikah saya. Eeh, too much information, hehehe.

@Yummochi ini satu-satunya mochi di Bogor yang bahan bakunya terbuat dari talas lho. Tersedia rasa original kacang, green tea, cokelat, dan kacang merah. Penjualan lariiss dan pada dasarnya banyak orang yang sulit menolak mochi, sayang saya hanya bisa berjualan mochi selama dua hari karena waktunya bertepatan dengan abang kurir mochi alias teman saya sendiri akhirnya mendapat pekerjaan kantoran, yeay selamat!~ Akhirnya banyak pesanan yang saya batalkan dan saya sarankan kepada teman-teman untuk membelinya sendiri di toko oleh-oleh Lapis Bogor, maaf ya kawan :’D.

Yuukk, cobain cemilan khas kota sendiri. Ingat kalau mau ke luar kota beli dulu cemilan Bogor untuk oleh-oleh agar produk urang makin dikenal di kota-kota lainnya! 😀 Mari ngemiil~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s