Ikhlaskan Niatmu

13714402_10207900934015289_2051568802_n

Ada kalanya hari yang dijalani dirasa lebih berat dari hari-hari biasanya. Akhir-akhir Matahari benar-benar sulit untuk dilepas, alias walaupun berada di satu ruangan yang sama, dirinya tetap menuntut untuk digendong. Menjemur baju pun tidak bisa jauh-jauh, maka jemuran baju akhirnya digantungkan di kasurnya sambil saya meneruskan mengaitkan baju dan popok kain yang basah.

Matahari kadang menangis ketika saya merasa tanggung untuk menyelesaikan cucian piring, saya hanya bisa mengangkatnya dengan raut wajah yang menegang dan meninggalkan satu piring kotor lagi di bak cuci. Makan, memasak, mencuci piring, menyetrika, mengepel pun kadang dilakukan sambil menggendong.
Pernah suami menanyakan dapur yang porak poranda karena tersebar tumpahan garam dimana-mana. “Ribet pagi-pagi,” jawab saya sekenanya dengan wajah yang rusuh. Perasaan kewalahan mulai sering bercokol dalam hati, tapi toh walaupun merasa sibuk saya tetap bisa menjalankan hobi menulis dan membaca. “Ternyata ga sibuk-sibuk amat,” pikir saya.

Seperti hal nya pagi ini saya diberikan rezeki waktu untuk menulis, kemarin saya diberikan rezeki untuk membaca beberapa halaman buku kesukaan saya, Negeri 5 Menara. “Ya akhi, ikhlaskan niatmu,” ujar Kak Is kepada alif sebagai tokoh utama di novel negeri 5 menara. Kata ikhlas menjadi energi yang dapat memutar mesin sekolah pondok madani ditengah tumpukan tugas para guru dan murid yang menguras waktu dan tenaga. Potongan kalimat “ikhlaskan niatmu” menjadi kalimat penyegar bagi alif ketika dirinya sedang merasa kelelahan mengerjakan tugas, dengan diingatkan kalimat itu, rasanya semangat muncul seperti habis menenggak STMJ katanya.

“Dalam ikhlas tidak ada transaksi yang merugi. nothing to lose. semua dikerjakan all-out dengan mutu terbaik. karena mereka tahu, cukuplah Tuhan sendiri yang membalas semuanya.” (hlm. 297 negeri 5 menara)

Kalimat mantra ini saya coba terapkan di keadaan yang sedang saya jalani sekarang, terbukti kemarin saya dapat memasak sambil bernyanyi-nyanyi dan bisa menggendong Matahari dengan wajah rusuh yang telah berkurang banyak.
Bismillahirahmanirahim. Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s