Keresahan Ibu

depan rumah :B

pemandangan di depan rumah enam tahun yang lalu

Kali ini saya hanya akan menulis “acak” karena sepertinya sudah banyak pikiran yang lalu lalang tanpa pernah dikeluarkan… Oya, mari kita awali dengan taawudz dan basmallah. Audzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirohmanirohim.

Sebenarnya sekarang saya sedang merasa sangat acak-acakan. Sejak hamil anak kedua, “morning sick” yang sebenarnya “all day sick” cukup mengganggu rutinitas saya. Tiga bulan terakhir ini suami benar-benar akrab dengan nasi padang dan mie instan. Alasannya karena saya tidak sanggup menyiapkan makan malam dan camilan lagi untuknya. Selain mual, tubuh saya benar-benar merasa lemas. Setiap bangun dari duduk pasti kepala saya terasa berputar sehingga saya terduduk kembali. Matahari yang biasanya rutin mandi pukul 7 pagi dan 3 sore pun kini tidak punya jadwal yang pasti kapan ia harus mandi, makan, ini, dan itu. Jangankan mengurus orang lain, diri sendiri pun amat sangat tidak terurus. Kucel, pebelatak, kusut, semuanya komplit pake telor kornet! (padahal membayangkannya pun membuat mual)
Hal yang paling kacau adalah saya membiarkan Matahari menatap “layar” setiap hari. Iya setiap hari! Padahal sampai usianya satu tahun satu bulan, rasanya ia cukup bersih dari godaan layar yang mengundang. Tapi kali ini “si layar ajaib” merupakan senjata saya untuk menemani Matahari ketika saya sedang merasa tidak sanggup menemaninya kesana kemari. Hhhhh…. Saya yang cukup idealis untuk kasus-kasus tertentu pun ternyata bisa runtuh juga pertahanannya.

Tantangan lain ketika hamil kedua ini adalah nikmatnya menjalani menyusui-ketika-hamil atau biasa dikenal denga NWP (Nursing While Pregnant). Sepertinya ini juga salah satu hal yang membuat tubuh saya cepat lelah, karena saya harus memberi asupan untuk 3 orang sekaligus; diri sendiri, Matahari, dan janin yang dikandung :). Seru sekaliiiiihh….. Belum lagi karena ilmu di dunia per-ASI-an masih belum banyak menyebar di masyarakat luas, banyak yang melarang saya melakukan NWP. Hal ini membuat saya cukup tertekan, padahal menurut suami sebaiknya tidak usah ditanggapi, terus saja menyusui. Semoga saya tetap dapat melaksanakan NWP ini dan dapat dilanjutkan dengan tandem nursing nanti ketika bayi kedua sudah lahir. Aamiin.

Kadang saya merasa tidak layak, tidak berharga, kurang usaha, kurang segala-galanya untuk suami dan Matahari. Tapi hari ini saya mendapatkan petuah dari Ibu Egi yang sebenarnya petuahnya cocok ditujukan untuk semua orang. Hal ini ia katakan kepada saya yang meminta maaf karena saya dulu pernah menghakimi anaknya (Bentang) perkara suatu hal. Kini saya merasakan sendiri Matahari melakukan hal yang sama persis seperti apa yang Bentang lakukan dulu. Ibu Egi hanya tertawa dan mengatakan bahwa pelajaran memang paling dirasakan sendiri ketika kita sudah memiliki anak. Ia pun menambahkan hal ini,

“Sebaiknya kita memiliki simpati yang tak berdasar untuk anak-ibu, tidak ada yang ideal. Mereka yang ada di depan kita itu lah yang sudah “pas”. Maka karena itu mereka dipasangkan oleh Allah. Tidak ada ‘harusnya gini, harusnya gitu’, memang begitulah proses belajar dan bertumbuh. Growing pains.”

Walaupun ditujukan dalam konteks yang berbeda, saya merasa kalimat itu cocok untuk saya saat ini. Saya yang tadinya merasa sangat kacau karena banyak hal yang tidak sesuai ekspektasi, kini dapat lebih menerima diri sendiri. Menerima bahwa saya memang jauh dari kata ideal, tetapi saya lah yang ditugaskan oleh Allah menjadi pasangan yang paling pas untuk suami dan anak saya. Saya pun lebih menerima segala kekurangan saya namun tetap menyadari bahwa saya bisa berusaha untuk terus bertumbuh.

Being a mother is learning about strengths you didn’t know you had and dealing with fears you never knew existed. – Linda Wooten.

Menjadi ibu benar-benar tugas yang luar biasa menantang. x)))
Semangat para ibuuu 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s