Self Talk #1 – Dilema Tinggal Bersama Orang Tua

egi

Foto bayi gundud bersama almarhum ayah saya

Secara tidak kebetulan, saya dan suami selalu ditempatkan satu rumah dengan orang tua. Selalu bergantian antara orang tua suami, ataupun ibu saya sendiri. Bukan karena tidak ingin mandiri, tetapi kondisi yang mengatur memang belum waktunya untuk memisahkan diri.

Satu sisi tentu berkata sangat beruntung, di sisi lain rasanya terasa rumit jika sudah berkeluarga namun tinggal dengan orang tua. Anak tetaplah anak, yang akan terus dipandang anak-anak oleh orang tuanya.

Sekali lagi, bukan maksud tidak bersyukur. Saya sendiri sudah “berpengalaman” ditinggal wafat oleh ayah saya. Rasanya apapun ingin saya tukarkan agar bisa membuat ia kembali lagi, tapi tentu saja tidak mungkin.

Tetapi untuk kondisi seperti ini, tetap saja rasanya ada “perasaan mengganjal” tersendiri. Ah, tentunya kamu yang memiliki pengalaman yang sama dengan saya, akan lebih mengerti, kan? xD Bukan berarti saya bilang bahwa hidup terpisah berarti lebih nyaman ya, pasti semuanya memiliki tantangannya sendiri.

Eh, tetapi jika masih ada perasaan mengganjal, itu berarti saya masih tetap tidak bersyukur ya? Waaah, maafkan hambaMu ini Ya Allah. Bersyukur masih diberikan orang tua yang selalu menyayangi kita dengan tulus, diberikan tempat tinggal untuk berteduh tanpa perlu memikirkan cicilan, dan masih banyak keberuntungan lain yang sering tidak disadari. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

Mari kita kembali ke hukum alam, bahwa anak adalah ujian, bahwa tugas anak kepada orang tua adalah memaafkan dan berbuat baik.

Jujur saya mengakui sih, saya merupakan ujian yang berat untuk orang tua saya, haha. Coba bayangkan, ribuan kali kita berbuat salah tetapi pasti akan dimaafkan oleh orang tua. Lain halnya jika kita berbuat salah di tempat kerja, mungkin kita akan ditendang berkali-kali, pun bisa jadi nama baik kita ikut tercoreng. Bersyukur orang tua tidak sanggup menyimpan dendam kepada anaknya sendiri.

Setelah memiliki anak pun saya baru menyadari, bahwa mengurus anak itu beneran “NGGAK GAMPANG SAMA SEKALI” Huwaahhh.. Harus pakai huruf besar karena memang benar begitu kenyataannya. Kalau sampai saya nggak dibuang oleh orang tua saya, berarti saya benar-benar disayang walaupun mereka tidak pernah mengungkapkannya langsung. Kenapa menggunakan istilah sadis seperti “dibuang”? Karena memang sedahsyat itulah ujian memiliki anak. Jadi jika orang tua mau merawat kita sampai dewasa, pastinya memang karena benar-benar murni menyayangi kita.

Saya pernah mengikuti suatu pelatihan soft skill, ada satu sesi yang membahas tentang orang tua. Kami diminta menyebutkan perbuatan baik apa yang sudah dilakukan hari ini kepada orang tua. Duh! Ternyata itu benar-benar pertanyaan super sulit, bahkan 5 poin saja tidak bisa saya sebutkan. Coba deh kamu tuliskan perbuatan baik apa yang sudah kamu lakukan kepada mereka. Tentunya sebanyak apapun, kamu tidak akan pernah bisa merasa cukup.

Hmmmm, harusnya saya merasa bersyukur bahkan berbahagia sekali bisa tinggal bersama orang tua ya. Peluang membalas perbuatan baik terbuka begitu lebar, tapi malah sering saya abaikan.

Semoga saya bisa selalu mengingat hukum alam dan bisa menghalau bisikan jahat setan yang sering dominan di hati saya. Hiiihhhh, dasar menyebalkan sekali kamu setaaan.

Nah, kan benar. Setelah menulis perasaan saya menjadi lebih baik, haaahaaha. Yah, ketahuan dong kalau saya memulai tulisan ini dengan perasaan agak-agak bete xD. Baiklaahh, jangan lupa terus berusaha untuk membuat perbaikan ya 🙂

Selamat malam, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa 🙂 Oyasuminasaiiiii.

 

Advertisements

6 thoughts on “Self Talk #1 – Dilema Tinggal Bersama Orang Tua

    • lebih sering karena perbedaan zaman aja mbak. semuanya berubah, ilmu kedokteran pun berkembang. paling kerasa “perbedaannya” pas anak pertama saya lahir mbak. selanjutnya bisa ditebak sendiri :’D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s