Setiap Orang Perlu Menulis, Termasuk Kamu :)

anak raja ulama besar
Berikut percakapan saya dengan teman saya beberapa waktu yang lalu 🙂


A: Ka winda, ga ngerti kenapa tiba tiba aku jadi punya cita cita menjadi penulis setelah baca blognya kk. Tapi aku ga ngerti harus mulai dari mana.

W:  Sebenernya winda juga pas mulai selalu gatau mau nulis apa, tapi setelah taawudz dan basmallah pasti ngalir sendiri (seriuss)

A: Tapi beneran aku suka ga pd ka, trauma si kayanya gara gara dibilang tulisannya lebay karena terlalu detail.

W: Kalau dibilang lebay sih winda juga pernah, lagian nulis emang perlu lebay dikit biar kesan nyampe ke pembaca, hahha. Dibilang ga punya kerjaan, dibilang ngapain sih nulis2 kayak gini, sampe dibilang tulisan winda ga bakalan laku dan ga ada yang mau baca juga pernah, hahhhaha (dan ini yang ngomong editor buku di perusahaan besar, pahitttt). Tapi kita memang ga bisa memuaskan keinginan semua orang, jadi ya biarin aja. Cape kalau mikirin orang yang ga suka, soalnya pasti banyak xD. Kita ikutin resep orang zaman dulu aja, “Menulislah dengan hati. Tulisan yang dibuat dari hati, akan sampai ke hati.”

A: Kayanya ini komen juga pake hati, soalnya nyampenya juga ke hati haha, iya ka aku mau mulai nulis lagi walaupun g tau apa yang mau ditulis hehe

Alhamdulillah, semoga ia benar-benar tergerak untuk langsung menulis 😀

BACALAH

sumber gambar: akun twitter @maswaditya

Saya menjadi penasaran sendiri kenapa saya bisa mengenal seni menulis. Setelah mengingat-ingat lagi, saya memang terbiasa menulis buku harian sejak kecil. Lebih tepatnya “harus menulis” karena pasti setiap hari nenek saya selalu menanyakannya. Ia memang rutin memberikan saya buku harian setiap saya berulang tahun. “Kalau lagi kesel sama nini, lagi seneng atau apapun, tuliskan saja di buku harian,” ujarnya dengan lembut. Saya sebagai cucunya hanya manut saja walaupun hanya menulis kadang-kadang.

Beranjak dewasa, saya mulai sering mengikuti pelatihan menulis. Rasanya memang seru juga mengikuti pelatihan menulis dimana-mana. Saya berkesempatan melihat penulis-penulis ternama yang menginspirasi. Pikiran untuk dapat menerbitkan buku pun pernah ada. Namun sayang, saya belum punya cukup bekal untuk mengangkat satu tema hingga bisa dijadikan buku. Lagipula saya hanya menulis kadang-kadang saja, masih tergantung dengan suasana hati. Tanda baca dan tata bahasa pun banyak yang belum benar.

Namun lama kelamaan saya merasa menulis adalah suatu keharusan. Entahlah itu diniatkan untuk dijadikan buku ataupun tidak. Saya teringat cerita Pak Habibie tentang awal mula dirinya menulis. Menulis merupakan terapi baginya agar terhindar dari gangguan jiwa selepas kepergian Ibu Ainun. Saya sendiri pun merasa demikian, menuangkan pikiran dalam tulisan itu dapat mengurangi beban kita. Maka karena itulah saya ingin semua orang mengetahui sisi baik dari menulis.

Akhirnya dari yang biasanya hanya menulis di buku catatan, kini saya tertarik untuk membagikan tulisan di media sosial. Memang tulisan saya masih banyak kekurangan dan saya pun belum melahirkan buku sendiri (kecuali buku harian yang sudah bertumpuk). Namun saya sudah cukup senang apabila ada yang dengan sengaja mengirimkan pesan kepada saya, bahwa ia menjadi tergerak untuk ikut menulis. :))

tulisan kekal

sumber tulisan: novel negeri 5 menara

Saya terinspirasi dengan Bapak Satria Dharma (Tokoh Literasi Indonesia). Ia benar-benar layak dijadikan tokoh literasi. Selain mewajibkan diri untuk menulis dan membaca, ia pun rutin mengisi acara literasi di seluruh Indonesia (dengan gratis!). Saya termasuk penggemar tulisannya yang ia unggah di media sosial sejak beberapa tahun yang lalu. Tulisannya menginspirasi, pun banyak juga yang mengundang perdebatan. Tetapi ia tidak mempermasalahkan hal itu. Ia malah mengundang orang-orang untuk dapat ikut menuliskan pemikiran yang memang bertentangan dengannya. Tentunya karena ia memiliki misi pribadi, yaitu mengembangkan budaya literasi di Indonesia 😀

Memang horror untuk mempublikasikan tulisan jika memikirkan efek negatifnya. Tetapi saya pun merasakan sendiri manfaat berbagi tulisan. Dengan menulis di “ruang publik”, saya sering mendapatkan feedback sehingga saya tahu apa kesalahan saya. Bonusnya pun saya bisa mendapatkan ilmu baru dan peluang-peluang menjadi terbuka. Tahun kemarin entah ada angin apa tulisan saya dibayar sebesar Rp 250.000. Padahal tulisan itu tidak dimaksudkan untuk mengikuti kompetisi. Hmmm.. Suatu keanehan yang nyata, saya rasa itu bonus dari Allah agar saya semakin bersemangat untuk menulis (eh, apa iya? :p)

Sebenarnya bukan saya saja yang harus menulis. Semua orang harus menulis, iya, termasuk kamu yang membaca tulisan ini. Kenapa? Karena seperti yang telah Mbak Oliie Salsabeela katakan di dalam seminarnya, setiap orang pasti memiliki “sesuatu” untuk dibagikan. Jika tulisanmu ternyata bermanfaat, orang lain pun bisa mendapatkan manfaatnya secepat kamu mempublikasikan tulisanmu sendiri. Jadi kenapa harus menundanya?

TARGET

Kamu bisa berbagi cerita aktivitas apa yang kamu lakukan di komunitas, apa alasanmu menggambar komik, apa resep masakanmu hari ini, apa tanggapanmu mengenai kondisi lingkunganmu saat ini, apa alasanmu berbisnis, dan lain-lain. Tentunya kamu pun bisa menulis cerpen, novel, bahkan puisi-puisi terpendam yang ditujukan kepada seseorang tanpa perlu menyebutkan namanya :p. Dengan menulis, kamu menjadi tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hatimu dan kamu bisa mengevaluasi dirimu sendiri.
buatlah batas waktu

Untuk percobaan awal, cobalah memasang timer selama 5 menit saja, dan tuangkan apapun yang ada dalam pikiranmu melalui tulisan. Pasti kamu akan terkejut sendiri setelah membaca tulisan yang kamu buat. 😃
Selamat Menulis!
Advertisements

2 thoughts on “Setiap Orang Perlu Menulis, Termasuk Kamu :)

  1. Pingback: Bicara Tentang Uang dan Biaya Perawatan Anak | windamaki's blog

  2. Pingback: pengalaman menjadi teller dan customer service (^_^)/ | windamaki's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s