Kehamilan yang (Tidak) Dinantikan

ibu

Buwin, seorang bumil yang kebanyakan protes

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Rasanya saya bosan ketika melihat timeline di media sosial banyak yang menyebarkan tautan mengenai bahayanya kehamilan jarak dekat. Kematian, rahim robek, tulang keropos, anak menjadi autis, ini, itu dan segala macam yang tidak diharapkan dipaparkan dalam artikel tersebut.

Jujur hanya dengan melihat gambar dan judulnya saja sudah membuat saya sedikit ngeri sekaligus membuat lelah. Ngeri karena memang saat ini saya sedang mengalami kehamilan jarak dekat. Lelah karena sepertinya tidak henti-hentinya orang hanya menakut-nakuti, bukannya memberikan saran agar setiap wanita perlu menyiapkan kesehatan mental dan tubuh yang prima agar siap hamil dan melahirkan kapan saja dengan sehat.

Sepertinya di zaman modern ini membuat kita terlupa mengenai siapa diri kita sendiri. Mengenai diri kita yang dititipi kehidupan menjalankan tugas dengan kodrat jenis kelamin tertentu. Mengenai tubuh seorang perempuan yang memang secara alami dibuat mampu untuk hamil, melahirkan, dan menyusui. Sekarang proses alami tersebut justru menjadi ketakutan terbesar. Bahkan tidak jarang seorang perempuan mengutuk dirinya sendiri karena dapat hamil dengan mudah.

Sebenarnya walaupun saya memang menginginkan kehamilan ini, nyatanya saya sendiri pun lalai dan tidak menyiapkan kondisi tubuh dengan prima. Rusaknya gigi graham pasca kehamilan pertama belum sempat dilakukan perawatan. Kelenjar tiroid di leher saya masih dalam kondisi membengkak walaupun sudah bertahun-tahun lamanya. Belum lagi kemarin saya belum mengetahui mengenai pentingnya vaksin MMR, sehingga saya “keburu hamil duluan” sebelum disuntik vaksin. Jika ditambah  kurang layaknya kualitas udara, makanan, dan minuman yang saya konsumsi sehari-hari tentunya akan menambah daftar “dosa” saya terhadap tubuh saya sendiri.

Tapi itulah kelalaian saya yang sebenarnya tidak bisa ditoleransi. Sehingga berbagai risiko yang harus ditanggung memang merupakan tanggung jawab saya sendiri (eh, dan suami juga tentunya), hehe. Kenapa saya melibatkan suami juga, karena “idealnya” tentu kami saling mengingatkan dan saling memotivasi untuk hidup sebaik-baiknya dan sedekat-dekatnya dengan Tuhan, sehingga kami tidak perlu ketakutan dengan hal yang hanya ilusi duniawi belaka.

Hmmm, sebelum tulisan saya melenceng terlalu jauh, pada intinya saya hanya ingin menyatakan bahwa saya tidak suka pada artikel macam tersebut. Artikel yang menawarkan sudut pandang gelapnya saja dan membuat hal yang alami dianggap menjadi sebuah kesalahan. Lebih tepatnya saya menginginkan ada artikel yang mendamaikan hati mengenai proses alami ini. Tidak perlu banyak takut jika kita sudah berusaha menyusui si kakak yang sebenarnya bisa menjadi KB alami, namun ternyata tetap “dititipi” tanggung jawab sebesar ini. Tentu Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan kita.

Mungkin ini memang PR saya untuk dapat membuat artikel yang mengungkapkan sudut pandang lain daripada yang sudah sering beredar, ya? Mungkin bukan sekarang, tapi nanti ketika saya sudah benar-benar mengalami bagaimana “nikmatnya” menjalani hidup dengan anak yang masih kecil-kecil xD. Jika diingat-ingat lagi PR saya ternyata masih menumpuk banyaaakk sekali. Semoga saya dimampukan untuk dapat terus menulis ya 🙂

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang sudah Allah tuliskan pada hidup kita. Aamiin.

Selamat malam, selamat beristirahat. Semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa 🙂

Baca juga : Serba Serbi Kehamilan Kedua

Baca juga: no backup plans – berbagai pilihan sebelum melahirkan

 

 

 

Advertisements

One thought on “Kehamilan yang (Tidak) Dinantikan

  1. Pingback: 6 Blogger Favorit ala Buwin ;D | windamaki's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s