Komunikasi Dalam Rumah Tangga

Kamu tahu tentang 3 macam perilaku komunikasi, yakni asertif, pasif, dan agresif?

ayah anak

ayah dan Matahari

Contohnya jika ada yang berbicara kepadamu dengan 3 cara seperti ini:

1. “Tolong pintunya ditutup” (diungkapkan lembut sambil menatap wajah dengan seulas senyum = asertif)

2. “Tolong pintunya ditutup.” (diungkapkan dengan nada datar dan tanpa melihat ke arah lawan bicara = pasif)

3. “Tolong pintunya ditutup!” (diungkapkan dengan menggunakan nada tinggi dengan ekspresi wajah yang menekan = agresif)

Walaupun kalimat yang diungkapkan sama persis, tetapi efek yang dirasakan oleh lawan bicara akan berbeda, kan?

Baca juga: Tentang Pernikahan

Saya dibesarkan dengan pola bicara pasif dan agresif. Walaupun setelah dewasa kita bisa memilih dan belajar untuk berkomunikasi dengan lebih baik, tidak bisa dimungkiri bahwa pola bicara ini sudah “mendarah daging” pada diri saya.

Dulu saya pernah mencoba “sedikit” asertif kepada nasabah saya (karena tuntutan karir). Namun setelah mengundurkan diri dari bank, rasanya ilmu komunikasi itu pun turut menghilang karena tidak pernah digunakan kembali.

Sebaliknya suami saya terbiasa menggunakan pola bicara pasif asertif. Di kondisi seperti apapun sebisa mungkin ia berbicara perlahan dan menenangkan. Sebelum menikah pun saya bisa tertarik kepadanya karena mendengarkan rekaman suaranya di soundcloud (ehemm..)

Baca juga: Bermain dengan Soundcloud

Setelah menikah dan memiliki anak, saya semakin sadar bahwa pola bicara saya berpengaruh besar di kehidupan rumah tangga. Beberapa kali saya tanpa sadar bernada tinggi kepada sang suami dan saya pun merasakan respon yang “lain”, tidak seperti suami saya yang biasanya.

Setelah saya pelajari, ternyata pola bicara agresif akan secara otomatis membuat lawan bicara kita cenderung defensif. Hal ini pun terlihat di perilaku Matahari, untuk sehari-hari ia terlihat lebih akrab dan lebih suka mengajak ayahnya untuk bermain. Anak bayi pun sudah pandai memilah pola komunikasi mana yang membuatnya lebih nyaman.

“Setiap orang akan cenderung menyangkal atau membela diri jika ditegur dengan cara yang tidak respectful, walaupun memang keadaannya saat itu ia membuat kesalahan. Komunikasi seperti ini tidaklah efektif.” Hanlie Mulyani (Psikolog)

Saya memang cenderung berkomunikasi pasif kepada orang lain yang tidak begitu dekat dengan saya. Namun tanpa sadar dan tanpa segan saya sering saya sering melontarkan kalimat tajam kepada keluarga dan teman dekat sendiri. Mungkin karena menyepelekan, mungkin karena merasa mereka akan selalu ada, entahlah. Padahal kita tahu orang pun tidak akan tahan jika terus menerus diberi racun.

Baca juga: Ikhlaskan Niatmu

Saya jadi teringat kalimat Pak Noveldy, seorang konsultan pernikahan yang juga rajin menuliskan pemikirannya. Kurang lebih ia berkata,

“Dengan berumah tangga, kita perlu melakukan introspeksi, mau melakukan perbaikan diri, mau melakukan transformasi diri, mau melakukan perubahan mindset, mau berjuang, mau untuk membekali diri dengan knowledge dan skill yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini, mau mengalami perasaan tidak nyaman dalam proses ini, mau melepas ego, mau bersabar dalam prosesnya.” – Indra Noveldy (Konsultan Pernikahan)

Fiuhhh… Saya lupa apa yang memicu saya untuk kembali menulis perihal rumah tangga ini. Tapi saya percaya tidak ada hal yang kebetulan, sekalipun ini ide pemikiran yang tiba-tiba muncul. Intinya di bidang apapun kita memang harus terus belajar dan berjuang sampai mati ya xD.

Semangat melakukan perbaikan, buwin!

2 thoughts on “Komunikasi Dalam Rumah Tangga

  1. Pingback: (cerita lanjutan) pengalaman menjadi teller & customer service *lagi* | windamaki's blog

  2. Pingback: Catatan Kecil Talk Show “Menjadi Keluarga Cerdas Finansial” | windamaki's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s