0

Mengakhiri 2018

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Resolusi tahun barunya adalah pengen lebih banyak berbuat baik ke mamah. Yg mana tadinya banyak nyalahin dan keshel2, akhirnya berujung ke memaafkan dan ingin membuat perbaikan. Lumayannn… maju dikit yah..

Iya, tadinya saya pikir memang banyak hal dari masa kecil saya yg “ngga beres”. Hingga saya jadi sering nyalahin mamah dan mengkritik segala kekurangannya dalam pengasuhan saya.

Walaupun ya memang kritiknya dalem hati aja. Tapi gara2 mikir hal buruk ternyata berpengaruh juga ke perilaku saya sehari-hari terhadap mamah. Yg jujur saja ga ada bener-benernya.

Doh, emang yah gatau kenapa para wanita suka bener nyalahin sesama. Padahal ngerasain toh jadi ibu itu susah 😂. Maap ya, mah.

Nah, kebetulannn banget setelah bikin resolusi itu, kita diundang acara semacam tausiyah di kantor. Sekalian ajaklah mamah, walaupun ya deg-degan juga. Apakah pemahaman pengajiannya bakal cocok apa ngga.

Tadinya mamah hampir ngga ikut karena hal-hal sepele. Tapi sayah kekeuhh bangeut usahain biar mamah bisa ikut, harapannya biar bisa menyamakan pemahaman. Sama kayak pas sebelum nikah dulu, ayah herry kan saya culik juga untuk ikut kajian bareng. Hahhahakk.. #tapiituceritalain.

Setelah kajian, mamah malah menawarkan jasanya untuk ngajarin kursus jahit gratis di kantor. Akhir 2018 yg big yeayy banget pokonya ya.. 😄

Semoga semangat untuk berzakat harta, ilmu, waktu, tenaga, senyuman akan bertambah setiap harinya.

Ciao!

0

Happy Birthday Matahari (and me!)

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

20 Desember 2018 Pukul 00.56

Hari ini usia Matahari 3 tahun dan ibu winda 29 tahun. Huwaaa buwin perlu membuat list to do before 30 dong yah. Ulang tahun ibu tadi dirayakan dengan menonton The Nun di pagi buta. Sungguh sambutan di usia baru yang menyenangkan sekali 😑 😑😑.

Oyah, mari kita fokuskan menulis Matahari saja ya. Dipikir-pikir beliau jarang menjadi topik tulisan ibu, jika dibandingkan dengan kak bentang dan adik. Maaf ya Matahari.

Matahari mulai tahun depan akan bersekolah. Horeee 🙆. Jujur rasanya ibu agak sedikit sesak tapi life must go on, hehhe.. Rasanya kalau ibu tetap menahan Matahari di rumah, ibu akan menghambat perkembangan Matahari. Padahal ibu tahu sekali Matahari sangat suka pergi ke luar rumah dan memiliki teman baru.

Matahari masih hobi mengemut jari. Ia pun akan menjilat barang di tangannya ketika sedang merasa tidak nyaman. Hal itu sebenernya tidak perlu ibu khawatirkan, mengingat ibu masih suka menggigiti kuku sampai saat ini 😐.

Tapi ketika melihat Matahari seperti itu, ibu harus ingat untuk memberikan Matahari kenyamanan seperti menggendong atau memeluk sambil berbicara dengan nada ramah. Ingat-ingat ya, bu..

Saat-saat menjelang tidur bersama Matahari itu terasa menyenangkan 😃. Biasanya kami berdoa bersama, lalu ibu mengatakan, “Ibu sayang Matahari” yang kemudian disambut dengan kata, “Iya,” dengan senyumannya yang lebar.

Namun ketika selanjutnya ibu meminta maaf; maaf jika ibu tidak sabar, maaf jika ibu marah, maaf jika ibu tidak temani main. Matahari pasti terisak kemudian menitikkan air mata.

Padahal tadinya ibu berpikir, itu hanya kalimat rutinitas sebelum tidur yang biasa saja. Ternyata hal tersebut berefek cukup dalam pada Matahari.

Kemarin pun Matahari sempat menangis dan menjerit-jerit parah ketika ibu sedang berbicara di telepon. Ia terus berteriak dan berguling di kasur sambil meminta handphone ibu. Ya ampun.. Di mana pada saat itu ibu tidak mungkin menutup pembicaraaan di telp, karena pihak jamsostek sedang meberitahu ibu beberapa persyaratan penting.

Ibu jadi punya ketakutan ketika ibu kembali bekerja nanti. Ditinggal untuk menelepon saja sudah seperti itu, apalagi ditinggal bekerja?

Namun pemikiran tersebut ditepis dengan memang adanya tahapan yang ibu lupakan sebelum menelepon tadi. Ibu tidak meminta izin dulu dan tidak memberitahunya berapa lama ibu akan menelepon. Harusnya pun Matahari ibu biarkan dulu menonton sebentar ya.

Keadaan kurang persiapan memang membuat keadaan jadi kacau balau 😣. Maaf ya Matahari.

Tiga tahun menjadi ibu membuat ibu jadi sadar betapa sulitnya mengemban tanggung jawab sebagai orang tua. Namun ibu belajar, akan terus belajar agar ibu bisa terus bertumbuh bersama Matahari dan Samudra dengan cara yang diridoi Allah. Aamiin.

0

Samudra 1 Tahun 2 Bulan

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim.

Hari ini Samudra usianya 1 tahun 2 bulan. Mana nulisnya pas jam 2 pagi, pas banget sama waktu lahirnya 😆. Selamat bertambah besar ya, Mamudlaa…

foto tadi siang, gigit-gigit kemasan inaco.

Kalau bulan kemarin samudra udah ngider-ngider keliling rumah. Sekarang beliau udah LARI-LARI 😰. Kemarenan ibu lagi jemur baju di atas. Pas ibu liat di rumah dan garasi kok ngga ada ni anak, kemanaaaa diaaaaa.. Taunya udah mau deket jalan raya dong ikut kakak2nya. Continue reading

1

5 Buku yang Menginspirasi

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Tema kali ini adalah 5 judul buku yang direkomendasikan untuk orang lain. Jujurrrr….. Saya malah pusing memikirkannya xD. Karena selera orang dan selera saya beda. Apalagi untuk saat ini saya pun tidak punya buku favorit.

Dulu sempat pernah suka sekali dengan buku Negeri 5 Menara. Saya pun selalu mengulang kata “going to the extra miles” seperti yang tertulis berkali-kali pada buku tersebut. Continue reading