0

Film Edukasi Anak di Youtube

Sebenarnya dulu buwin sebelum menikah pernah bilang ngga ngizinin anak nonton. Tapi setelah punya anak dua ya langsung buyarrr dah tuh idealisme tanpa pengalaman xD

Kalau ngikutin teori dari babycenter.com, ngasih anak nonton di usia 3 tahun itu bisa bermanfaat, asalll…

  1. Ngga lebih dari 2 jam sehari dan nontonnya hanya acara yang sesuai sama usia
  2. Misal kita kasih nonton video edukasi anak selama beberapa waktu, langsung matiin layar setelah acara itu selesai. No no no nyalain layar terus-terusan walaupun ga ditonton. Karena kalau anaknya lagi main, backsound video itu bisa ganggu konsentrasi.
  3. Makan di meja makan, bukan depan TV. Makan di meja makan sama-sama itu bisa meningkatkan skill komunikasi plus sekalian ajarin manner.
  4. Nonton bersama anak, jadi kita bisa ceritain apa yang kita lihat.
  5. Pastikan orang-orang di rumah tau tentang peraturan nonton.
  6. Berkaca sebelum memberikan aturan. Kalau kita bisa berjam-jam depan layar, anak bingung kenapa mereka ga boleh melakukan hal yang sama.
  7. Satu lagi teori tambahan yang entah dari mana sudah lupa, inget jarak layar sama mata ga boleh terlalu dekett, idealnya ga nonton di HP juga, karena kalau nonton di HP postur tubuhnya pasti mencong-mencong tanpa sadar.

Continue reading

0

Matahari 3 Tahun 4 Bulan

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Syelamat 3 tahun 4 bulan Tahaliiii.. Lahirnya sih jam satu siang ya, tapi ibu nulisnya jam 1 pagi x)).

Punya adik itu hal yang menantang banget yaa buat Matahari. Apalagi adiknya belom ngomong dan doyan adu fisik -__-, sabar-sabar aja sama Mamudla ya tahalii..

matahari yang sedang “kabur”. buka pagar dan pergi sendiri dengan mobilnya, karena ibu sedang malas diajak keluar

Menurut ibu pas Matahari usia 3 tahun sekarang itu bener-bener paling menguras energi, hahhaha.

Memang ngga enak banget pastinya ya. Pas lagi asik-asik main, eh ada bocah kecil yang dateng-dateng ngancurin lego atau tumpukan yang udah Matahari bangun tinggi. Mau marahh pastinya..

Apalagi ibu belum dapet formula yang pas buat ngelerai kalian berdua, ibu rasa Matahari sering merasa orang dewasa itu tidak adil.. Iya ngga?

Untung ayah kemarin pinjam buku It’s okay not to share dari sekolah. Lumayan, dari situ ibu jadi tau kalau Matahari ngga harus dipaksa untuk berbagi atau untuk sayang adiknya. Ada masa di mana Matahari boleh ngga suka sama adik, asal tidak menyakiti secara verbal atau fisik.

Eh, mungkin hal ini berlaku untuk orang dewasa ke anaknya juga, ya? Jujur lah walaupun sayang banget sama anak, pasti ada masa tidakannya sangat sulit untuk dimaklumi.

Jadi ingat kejadian semalam.. Gara-gara sering menonton lagu Yes Papa, Matahari jadi sering ngadat ingin makan gula banyak langsung dari wadahnya. (Bzzzzzzz… salah satu efek nonton yang jelek banget). Pertama ia mengambil wadah gula pasir sendiri dan asyik memakannya bersama adik. Setelah itu ibu katakan, “jangan banyak-banyak”. Ibu pun mengambil wadah tersebut dan menyimpannya diatas kulkas.

Matahari marah luar biasa. Warbiyasak banget lebih tepatnya -___-. Ibu pun mengambil “waktu tenang” untuk ke kamar mandi sebentar, mencari ide apa yang harus ibu lakukan selanjutnya.

Di sini ibu rasa ibu tidak memarahi dengan bentak-bentak dan tidak “bermain” fisik (belum pernah dan jangan sampai). Tapi tindakan ibu jelas sangat melukai Matahari.

Sebenarnya Matahari tetap bisa mendengar ketika sedang marah-marah. Toh kami lebih sering menyelesaikan permasalahan dengan berkomunikasi (walaupun di saat tegang), dibandingkan dengan tetap membiarkannya menangis tak tentu arah. Ibu ingat di salah satu buku memang anak itu perlu dibantu untuk keluar dari emosinya sendiri, tapi ibu lupa tepatnya bagaimana teorinya, huehhe.

Ketika anak usia 3 tahun itu beneran harus baca banget deh orang tuanya :s. Soalnya kalau ngga baca, ujung-ujungnya pasti keluar jurus “natural”. Alias jurus “menghadapi masalah” ala leluhur yang bahkan kita pun dulu gak suka banget digituin. Hmmmfff…

Banyak-banyak belajar dan berdoa ya, bukwin!

Matahari pun mulai menabung untuk beli mainan sendiri di celengan dari botol minum transparan. Kata ayah celengannya sudah bisa dibuka, tapi ibu masih ragu bagaimana cara menyampaikan bahwa dalam harta kita harus ada bagian untuk charity. Sudah bisa mengerti belum, ya?

Tadinya ada satu hal lagi yang ingin ibu ceritakan, tapi kok ya lupa sih -_____-

Btw karena temanya marah, jadi inget sekarang lagi hot-hotnya pilpres. Begitu banyak orang yang ngegas dan susah keluar dari emosi negatifnya sendiri. Ibu sendiri ga betah banget loh, muakkk sekali rasanya sama WA grup -____-.

Jadi inget kata bu egi, kalau di negara kita memang banyak orang dewasa namun masih “baby soul”. Yah, jadi sabar ajalah ya menghadapi baby :s. (padahal akupun juga sama)

Semoga hari-hari di negara Indonesia terselamatkan dari segala duka dan nestapa. Aamiin.

2

Samudra 1 Tahun 6 Bulan

Audzubillahiminasyaitonirojim. Bismillahirohmanirohim

Akhir-akhir ini ayah dan ibu tantangannya sungguh beraattt. Entah kenapa kakak Matahari tidurnya sedang kebangun-bangun terus ditambah berteriak seperti di film insidious. Jadi waktu tidur ayah dan ibu berkurang cukup buanyak.

mereka memang suka rebahan semau-maunya

Tulisan bulanan Samudra jadi terlambat satu hari, ini pun ibu menulis tengah malam dalam keadaan mengantukk sekali. Oya, Samudra sekarang berusia 1,5 tahun. Syelamatt!

Kosa kata Samudra lumayan bertambah walau masih kurang jelas. Ia sudah bisa menolak dengan mengatakan “ngga” ketika ayah menyuruhnya tidur. Ahhaha.

Paling kocak melihat ekspresinya ketika tidak mau disuapi makanan. Ia akan memonyongkan mulutnya semaksimal mungkin sambil memalingkan wajahnya x’D.

Ketika merasa haus, Samudra akan mencari gelas dan mengisi air sendiri di galon. Lucu sekali melihat tingkahnya. Ia pun sudah semakin lihai minum air sendiri tanpa ada tumpahan di baju.

Ia ikut gemas ketika melihat kakaknya menangis. Ketika sang kakak mulai menjerit-jerit, Samudra akan mendekatinya dan mengatakan “sssttttttt”. Persis seperti apa yang kakaknya lakukan dulu. Hal ini kakak pelajari dari lagu wheel on the bus ketika bagian sang ibu menenangkan anaknya xD.

Kemajuan perkembangan sosial Samudra lumayan berkembang dibanding bulan lalu. Sekarang kalau disapa orang baru, ia akan tersenyum sambil pamer gigi. Alhamdulillah, sebelumnya kan masih takut banget ya, nak…

Samudra kini lebih tahu batasan daripada sebelumnya. Ia tidak akan langsung mengambil barang yang sedang dimainkan kakak, karena kini ia tahu “akibatnya”. Hahhahaha..

Masih setahun kehidupannya sudah keras ya, nak! Adaptasi sebelum menjalani kehidupan lebih liar di luar sana x)). Karena Samudra mau tidak mau akan ikut menemani ketika kakak bersekolah nanti. Jadi bisa dibilang ia mencicipi kehidupan sekolah di usia yg lebih muda.

Keinginan Samudra untuk ini itu masih sangat kuat, sampai ibu lolahh sekali rasanya ketika menggendongnya dan ia memaksa ingin memegang pisau.

Samudra dan Matahari sedang suka permainan “takut-takut”. Alias mereka akan mendekati ayah/ibu/nini, kemudian kami akan berekspresi seram. Setelah itu sang double trouble akan berlari-lari kabur. Mereka akan mengulangi permainan itu tanpa peduli kami sudah bosan atau belum -_-. Samudra akan berkata, “aaaagih…aaaagih….” ketika ibu tak kunjung menakut-nakuti.

Laporan 1,5 tahun kali ini ibu tutup dengan cerita benjol besarnya Samudra :)). Siang tadi Samudra main lari-lari sampai kecapean, “apesnya” ia lemas dan memilih menjatuhkan diri tepat di bagian ujung kursi. Alhasil bagian keningnya langsung berdarah dan benjolnya besaaar sekali. Namun setelah ibu kompres dengan air-kelapa-ayah-yang-baru-ibu-simpan-di-freezer (haha), benjolannya menjadi agak mengecil. Puasss sekali ia menangis sampai akhirnya tidur sendiri. Hhhhh… Dasar Mamudlaaaa…

Semoga ibu masih cukup umur untuk terus menuliskan perkembangan Samudra. Sampai akhirnya ia yang meminta ibu agar tidak menyebarkan aibnya lagi, hahahahhh!

Oyasumi, children (si ibuk campur2bahasa). Udahan dulu ibu nulisnya, gatel banget nulis sambil diserbu nyamuk -__- Ciao!