Baca Buku The Danish Way Of Parenting #1

Sudah dari beberapa waktu yang lalu menamatkan buku ini. Rasanya ingin segera beralih membaca buku lain. Tapi kok ya berasa hutang kalau bukunya belum diulas, hwehhee. Jadi ingat istilah “Ikatlah ilmu dengan tulisan”, sepertinya saya masih menjujung tinggi kalimat tersebut. Yap, baiklahhh.. Markibas, mari kita bahasss~ (kemudian pembaca bilang, “ih apa sihh”)

Awal membaca buku ini, saya berpikir bahwa The Danish Way Of Parenting sama seperti teori populer lainnya. Namun semakin lanjut saya membaca rasanya langsung, “Waaahh, gila semua orang harus bacaa…”

Pada buku The Danish Way Of Parenting, dijelaskan secara rinci tentang apa yang menjadi kebiasaan mereka selama ini. Sehingga lebih dari 40 tahun berturut-turut, orang Denmark menempati peringkat pertama dalam kategori orang terbahagia di dunia. Waw….. Indonesia peringkat berapa, ya?

Orang-orang Denmark menerapkan pola pengasuhan dengan dasar kasih sayang yang positif. Mereka menjunjung tinggi demokrasi, sehingga mendisiplinkan anak dengan cara memukul atau membentak tidak ada di dalam kamus mereka.

Teori pengasuhan ala Denmark disebut dengan PARENT (Play, Auntentisitas, Reframing, Empati, No Ultimatum, Togetherness). Namun sebelum melangkah kepada 5 hal tersebut, kita diajak untuk lebih mengenali diri sendiri. Contohnya kita diajak untuk melihat pembawaan alami kita, seperti apa ketika kita sedang lelah. Apa yang kita tidak sukai dan sukai dari cara kita mengasuh anak? Dengan mengetahui dan menjawab hal-hal tersebut, kita bisa memutuskan menjadi orang tua yang lebih baik.

Di sini diingatkan bahwa cinta adalah kata kerja. Ya, memerlukan usaha dan kerja jika kita ingin menerapkan pola pengasuhan yang positif. Bahkan di buku ini pun kita “dinasehati” agar mengalokasikan waktu tidur yang cukup dan kebiasaan menyehatkan lainnya. Tentunya agar kita bisa menerapkan pola pengasuhan yang maksimal.

Ketika membaca kalimat “cinta adalah kata kerja”, saya langsung merasa diingatkan kembali bahwa pengasuhan anak betul-betul perkara yang serius. Perlu ilmu, kesiapan, dan kerja sungguh-sungguh untuk melakoni peran sebagai orang tua. Jangan lupa diperlukan KESADARAN DIRI ketika sedang mengasuh.

*rasanya langsung pengen minta pijet*

Ada quote yang ditekankan pada bagian pembuka ini,

Happy kids grow up to be happy adults who raise happy kids, and so on.

Be happy yayaya buwin dan ayah herry~~

Jika hal yang dipelajari dari buku langsung dibahas semua, tulisan ini akan menjadi terlalu panjang tralala. Maka akan buwin bagi menjadi beberapa blogpost. Selanjutnya Insya Allah akan membahas bagian PARENT yang pertama, yaitu P for Play.

Ciao~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s