0

Diary Matahari – Tidak Mau Berbagi

Dear 3y6m journal (22 Juni 2019)

Hari ini pertama kalinya aku menaiki kendaraan yang bernama Becak. Aku naik becak bersama ibu dan adik. Setiap kami melewati polisi tidur, aku merasa tubuhku naik dan turun. Aku pun memeragakan gelombang naik dan turun dengan tanganku kepada ibu. Aku senang naik becak.

Aku naik becak sampai ke Alfamart. Di sana aku dibelikan lego, susu, dan wafer oleh ibu. Lalu aku juga menaiki mainan angsa besar di depan Alfamart. Setelah ibu memasukkan koin, aku memeluk leher angsa dengan kuat karena tubuhku menjadi maju dan mundur dibuatnya.

Lego EMCO edisi warung, dibeli ibu karena sedang diskon

Continue reading

2

Matahari 3 Tahun 6 Bulan

“Matahari kalau sudah besar ingin jadi apa?” tanya ibu. “Jadi banteng,” katanya dengan yakin.

Buku (perpus) kesayangan Matahari yang ada bantengnya. Sampai ingat seluruh kalimatnya.

Matahari memang selalu suka dengan tampilan fisik yang tinggi dan besar. Hmmm.. Ibu masih mencari cara, bagaimana ya meyakinkannya bahwa tidak tinggi dan besar itu tak mengapa? Hehheu. Sepertinya ibu perlu mengenalkan cerita David dan Goliath suatu saat nanti…

Rasanya bulan ini banyak sekali hal yang terjadi. Mari kita ceritakan satu-satu yaa…

1. Matahari mulai trial sekolah

Matahari mulai bersekolah bersama teman-teman sebayanya. Sepertinya beliau memang cukup siap, mengingat sebelumnya ia sudah beberapa kali ikut ke kantor ayah tanpa ditemani ibu. Namun ketika hari pertama kemarin ibu mengantarnya, ia sangat sedih ketika ibu pulang duluan. Sedangkan ia sendiri masih harus menunggu sampai ayah selesai bekerja di usai waktu sekolah. Hmmm.. Solusinya bagaimana ya? Kan tidak mungkin juga naik motor ber-4 dengan jarak sejauh itu.

2. Matahari stop menonton

Tiba-tiba saja aktivitas rutin menonton hilang dari daftar harian Matahari. Berawal dari ibu yang tidak sengaja memberinya tontonan yang membuatnya trauma. Yaitu film singkat tentang pemadam kebakaran yang menolong orang terjatuh. Ia menangis sambil berteriak histeris :(. Maaf ya Matahari. Tapi ibu sedikit khawatir dan kurang percaya diri jadinya. Secara otomatis sumber suara yang ia dapatkan hanya dari sekitarnya saja. Terutama orangtuanya atau lebih sering dari ibunya dong??? Wah, semakin harus memperhatikan kata-kata ya :’D

3. Matahari belajar adaptasi dengan berpindah tempat tinggal

Bulan ini kami berpindah tempat tinggal karena uwak egi libur lebaran selama sebulan. Otomatis kami kembali menempati rumah ayah yang sudah lama kosong. Masa adaptasi Matahari ternyata luar biasa. Pernah beberapa hari ia murung dan menangis pilu karena ingin pulang ke rumah nini. Imbasnya ia menjadi susah makan sampai kurus. Huhuu.. Tapi belajar ya nakkkk… Kan katanya ingin sekali melihat tempat yang ada saljunya. Ya mulai sekarang adaptasilah berpindah-pindah tempat seperti ini, haha. Hari lebaran kemarin pun kami pergi piknik ke tempat yang perjalanannya cukup terjal ditambah maceettttttt sekali. Alhasil ia sampai muntah beberapa kali. Semoga lama-lama terbiasa ya, tahalii..

4. Matahari menjadi pak polisinya adik

Setiap adik melakukan “hal yang kurang tepat”, matahari pasti siap untuk melarangnya. Dann sayangnya cara yang digunakannya adalah dengan memaksa dan galak sekali. Ketauan deh ya didikannya gimana -____-. Maaf ya Matahari. Ibu akan belajar berbicara dengan komunikasi efektif yaaa.

5. Matahari mulai dibacakan buku cerpen dengan sedikit gambar

Berawal ketika ibu membaca buku The Read-Aloud Handbook karya Jim Trelease. Dimana di situ terdapat cerita ada guru yang senang sekali membacakan novel kepada muridnya yang berusia 3-4 tahun. Wah, selama ini Matahari terus saja dibacakan buku bergambar dengan minim tulisan. Konon hal ini seolah mengerdilkan kemampuan bahasanya. Pada umumnya kosakata anak usia 3 tahun sudah mencapai ribuan, namun kok masih dibacakan buku dengan 100-200 kata saja? Yasudah ibu meminta ayah membawakan buku cerpen enid blyton sebagai permulaan. Ternyata ia sudah dapat menyimak dengan baik dan mengerti alur ceritanya! Whaaa.. Ibu jadi tidak sabar ingin membacakan buku Charlie and The Chocolate Factory xD.

6. Akhirnya Matahari memiliki balance bike sendiri

Setelah mengikhlaskan diri melepas sepeda pinjaman dari komunitas, akhirnya beberapa bulan kemudian Matahari bisa dibelikan sepeda sendiri. Alhamdulillah ya nakkk.. Apalagi memang baru sekarang sepeda yang berwarna orange dijual, pas sekali dengam warna kesukaan Matahari. Setelah sepeda dirakit, ia dapat langsung memainkannya dengan lancar karena sudah pernah mencoba sebelumnya. Semoga mainan ini bisa bermanfaat yaa.. Aamiin.

Yapp.. begitulah cerita Matahari selama menjalani usia 3 tahun 5 bulan. Bulan depan Insyaalah kisahnya akan mencakup tentang kegiatan sekolah :D. Wah, anak ibu sudah besar ya. Selamat bertumbuh, Matahari..

0

Samudra 1 Tahun 8 Bulan

adikakak

tumplekblek

Sebenarnya nambah bulannya baru besok, tapi ibu tulis sekarang karena besok mudik ke tempat yang susah sinyal, ehhehe..

Celamaat camuda sudah tambah besaaalll. Masih lucuu sekali tingkahnya.

camuda

camuda bersandar pada kakak alfi pembimbing di sekolah. bersandar seenaknyahh..

Kemarin camuda ikut wa egi dan kakak bentang jalan-jalan tanpa ibu, ayah, dan kakak. Pergi dari siang sampai malam. Sepertinya beliau lupa kalau dirinya masih anak ASI! (dan gara-gara ini camuda jadi memanggil wa egi dengan sebutan “ibu”). Ketika pulang ia langsung memperhatikan wajah ibu lamaa sekali, hahhaha. Mungkin ada sedikit perasaan heran, walaupun setelah itu tetap sibuk bermain dan lupa ibunya lagi.

Kekuatan fisik Samudra sepertinya dipersiapkan untuk bisa melakukan perjalanan jauh sedari kecil. Ia dikondisikan untuk ikut kakaknya pulang pergi sekolah dan pulang pergi dari rumah nini ke rumah akung yang jaraknya sama-sama “lumayan”. Alhamdulillah selama ini ia menjalaninya tanpa mual muntah sama sekali. Memang ada satu kali ia mengamuk karena kami sempat terjebak macet sampai 5 jam ketika lebaran kemarin. Untung saja kami semua sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Ibu perhatikan setiap Samudra baru pulang dari perjalanan pasti ada saja kata/tingkah barunya. Memang yaa eksplorasi itu pentingg sekalii. Mungkin karena bulan kemarin Samudra dan kakak mulai puasa menonton (karena kakaknya tiba-tiba menolak menonton), jadi waktu untuk eksplorasi bisa lebih lama dari sebelumnya.

Kabar sedihnya adalah Samudra dan kakak masih batuk sampai sekarang, huhuuu.. Benar-benar sudah berbulan-bulan batuk walaupun sebelumnya sudah vaksin lengkap. Setelah ibu baca-baca memang seharusnya ketika batuk anak-anak dilarang untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis dalam kemasan/susu/gorengan/keripik/es krim. Yhaa ngga aneh juga batuk terus, wong selama ini makanannya ya itu semua -__-.

Ayo, belajar lagi ya ayah ibuu…

Beberapa hari kedepan kami akan mudik ke kabupaten sebelah. Semoga waktu adaptasinya hanya semebtar dan semoga kami semua diberikan kesehatan. Aamiin Yaa Mujibas Saailiin..