0

Kehamilan yang (Tidak) Dinantikan

ibu

Buwin, seorang bumil yang kebanyakan protes

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Rasanya saya bosan ketika melihat timeline di media sosial banyak yang menyebarkan tautan mengenai bahayanya kehamilan jarak dekat. Kematian, rahim robek, tulang keropos, anak menjadi autis, ini, itu dan segala macam yang tidak diharapkan dipaparkan dalam artikel tersebut. Continue reading

1

Serba Serbi Kehamilan Kedua

IMG_5186

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Sebenarnya saya berkeinginan untuk “kembali” tidak menggunakan KB setelah melahirkan anak kedua nanti. Rasanya ingin saja memiliki tiga anak dengan jarak berdekatan. Kalau boleh jujur sih inginnya enam, tapi mungkin sebaiknya 3 saja yang tidak diatur jaraknya, sedangkan yang lain mulai diatur per dua tahun.

Continue reading

0

Setiap Orang Perlu Menulis, Termasuk Kamu :)

anak raja ulama besar
Berikut percakapan saya dengan teman saya beberapa waktu yang lalu 🙂


A: Ka winda, ga ngerti kenapa tiba tiba aku jadi punya cita cita menjadi penulis setelah baca blognya kk. Tapi aku ga ngerti harus mulai dari mana.

W:  Sebenernya winda juga pas mulai selalu gatau mau nulis apa, tapi setelah taawudz dan basmallah pasti ngalir sendiri (seriuss)

A: Tapi beneran aku suka ga pd ka, trauma si kayanya gara gara dibilang tulisannya lebay karena terlalu detail.

W: Kalau dibilang lebay sih winda juga pernah, lagian nulis emang perlu lebay dikit biar kesan nyampe ke pembaca, hahha. Dibilang ga punya kerjaan, dibilang ngapain sih nulis2 kayak gini, sampe dibilang tulisan winda ga bakalan laku dan ga ada yang mau baca juga pernah, hahhhaha (dan ini yang ngomong editor buku di perusahaan besar, pahitttt). Tapi kita memang ga bisa memuaskan keinginan semua orang, jadi ya biarin aja. Cape kalau mikirin orang yang ga suka, soalnya pasti banyak xD. Kita ikutin resep orang zaman dulu aja, “Menulislah dengan hati. Tulisan yang dibuat dari hati, akan sampai ke hati.”

A: Kayanya ini komen juga pake hati, soalnya nyampenya juga ke hati haha, iya ka aku mau mulai nulis lagi walaupun g tau apa yang mau ditulis hehe

Continue reading

2

Mencoba Berhenti Menghakimi Part 3

pray

Baru kali ini saya mendapat feedback tulisan yang membuat semangat menulis menjadi berkobar. Beberapa komentar yang masuk menyiratkan bahwa saya seolah menjadikan dakwah berhijab menjadi tidak penting. Saya membacanya sambil tersenyum-senyum sendiri sambil mengingat masa lalu. Maka, izinkanlah saya si pendongeng dunia maya ini bercerita sedikit tentang awal perkenalan saya dengan kain kerudung.
Continue reading

1

Mencoba Berhenti Menghakimi Part 2

IMG_1597
Tulisan saya kemarin cukup kontroversial ternyata, hahaha. Ada beberapa yang setuju dan menyebarkan tulisan tersebut. Ada juga “seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya” mengkritik keras tentang apa yang sudah saya tulis, bahkan ada juga kerabat yang bersedih. Tentu saja pastinya ada yang marah karena saya berani mengatakan bahwa “agama bukan di baju”, karena tafsir Al-Qur’an yang mereka yakini berkata sebaliknya. Senang juga sebenarnya dikritik melalui tulisan dengan penjelasan yang panjang, berarti Indonesia masih punya semangat literasi, kan? (maaf ya ternyata saya menyelipkan misi pribadi) xD

Continue reading