2

5 Pengalaman Seru Melahirkan Anak Kedua

IMG_20171011_224537

Akhirnya keduanya bobok setelah melewati satu hari yang panjang

Yeayy… Alhamdulillah tanggal 10 Oktober 2017 lalu (yang tepatnya baru saja kemarin), Samudra ….. Cakra akhirnya lahir ke dunia :D. Nama tengahnya masih dalam proses perdebatan, haha. Tentunya nama Samudra dipilih karena kami sepakat mengenai kedalaman filosofinya :D. Kenapa “Samudra” dan “bukan Samudera”, alasannya karena buwin sudah mengecek ejaan yang benar di KBBI. Hmm, padahal lucu juga ya jika menggunakan ‘e’ :s. Tapi tak apalah kita gunakan yg sesuai KBBI saja. Mari budayakan Bahasa Indonesia yang benar! (padahal tulisan di blog ini pun masih banyak salahnya) xD.

Oya, sebelum segala arsip campur aduk di otak buwin menghilang. Buwin akan menceritakan 5 pengalaman luar biasa yang didapatkan dari proses kedatangannya Samudra si anak kedua :).

IMG_20171010_044158_901

Samudra yang hidung dan dagunya kayak emaknya banget

1. Terpaksa belajar yang aneh-aneh
Ketika tes hb kehamilan minggu ke 37, ternyata HB buwin hanya 9 saja! Gawat, buwin tidak menyangka akan serendah itu. Hal ini memotivasi buwin untuk mengolah makanan peningkat Hb yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Buwin belajar membersihkan lele, ati, ampela, dan juga mengolah bit. Bagi ibu normal lainnya mungkin hal ini biasa saja. Tapi bagi buwin yg sangat tidak suka memasak, hal ini benar-benar merupakan prestasi xD.

2. Biaya kontrol kehamilan dan melahirkan yang “nyaris” gratis
Kebetulan di kantor suami didatangkan dokter kandungan khusus untuk usg gratis setiap bulannya, alhamdulillah :). Dokternya pun tidak “sembarangan”, melainkan dokter favorit para artis Dr. Achmad Mediana Sp.OG xD. Kontrol tambahan buwin lakukan di posyandu dan puskesmas dan hanya membayar administrasi saja sebesar 3000 rupiah. Terakhir untuk fasilitas usg di rumah sakit, kontrol+obat dari klinik, plus biaya persalinan semuanya ditanggung oleh BPJS (hanya tinggal membayar materai dan biaya fotocopy berkas saja). Benar-benar nyaris gratis kaaaannnnn…. Warbiyasa…. Allah pasti mencukupkan dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka 🙂

3. Mendekatkan yang dekat
Sudah dengar kan istilah bahwa fasilitas internet akan menjauhkan yang dekat dan begitu juga sebaliknya? xD. Alhamdulillah dengan lahirnya adik bayi, pembagian tugas di keluarga kecil kami menjadi semakin jelas. Tentu saja Matahari sementara jadi harus diasuh oleh nenek dan ayahnya. Otomatis hanphone semakin jarang tersentuh dan waktu mereka untuk berinteraksi langsung dengan Matahari jadi lebih banyak ;D.

4. Proses kelahiran yang luar biasa cepat dan mudah
Berbeda dengan Matahari yang kontraksinya sampai membuat tubuh buwin bergetar, kontraksi kali ini lebih terasa seperti sakit perut biasa. Percaya atau tidak, buwin bisa dibilang langsung melahirkan ketika naik ke atas kasur xD. Awalnya bercak flek baru muncul pukul 21.30 malam, jam 23.30 meluncur ke puskesmas, jam 00.00 sudah pembukaan 6, itupun masih bisa jalan-jalan dan makan burger. Hal yang jelas teringat adalah ketika buwin sedang makan di sebelah ruang bersalin, tiba-tiba buwin berkata, “ga kuat..ga kuattt…” Saat itu langsung pecahlah ketuban. Kebetulan bidan mendengar dan menjemput buwin ke ruangan bersalin. Setelah naik kasur, buwin kembali dicek pembukaan dan diperintah untuk langsung mengejan. Setelah 3 kali mengejan, lahirlah Samudra ke dunia dengan posisi tengkurap, haha.. Alhamdulillah :D.

IMG_20171010_052843

Ketawa-ketiwi sambil menyentuh adik bayi

5. Matahari mendapatkan ASI-nya kembali
Hal ini yang paling membuat buwin bahagia xD. Di awal trimester 3, tiba-tiba Matahari menyapih dirinya sendiri selama 4 hari. Menurut teori memang asi trmstr 3 rasanya akan berbeda dan jumlahnya hanya sedikit. Pada saat penyapihan, ternyata buwin tidak merasakan bengkak sama sekali. Hal inilah yang menyadarkan buwin bahwa selama ini Matahari hanya mengempeng payudara saja. Buwin berupaya mengganti nutrisinya dengan asupan sesuai standar PUGS walaupun nemang tidak ada nutrisi yg akan menandingi asi. Huhu.. Setelah 4 hari menyapih dirinya sendiri, ternyata ia kembali melanjutkan “mengempeng” sampai mendekati hari persalinan. Kini ia bisa mendapatkan asi kembali dan berbagi dengan adiknya, horeeee… xD. Memang kontraksi pasca melahiran terasa lebih hebat ketika menyusui Matahari. Namun tak apa, anggap saja itu upaya proses pemulihan bentuk rahim agar bisa kembali ke sedia kala xD.

Haaaaa… ternyata panjang sekali ceritanya yaa xD. Tak apa yaa, mungkin saja istrinya Matahari dan Samudra akan membacanya nanti (terus kalau baca kenapaaaa?). Semangat bagi buibu yang sedang atau akan hamil lagii..! Haha.. Everything’s gonna be alright ;D

Advertisements
2

Oktober yang Baik

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Okay, sebenarnya kali ini buwin kembali tidak tahu mau menuliskan apa di blog ini. Hanya rasanya sayang tidak menulis di awal Oktober yang baik.. Hmm…. Baiklah, mari awali dengan salam. Assalamualaikum!! :))

Akhir-akhir ini buwin sedang senang mengisi blog keseharian Matahari di www.bagaimanaharimu.blogspot.co.id. Iya, iya Buwin tahu bahwa pemilihan namanya terlalu panjang, tapi ada alasannya kok xD. Alasannya apa? Ya silakan baca sendiri saja alasannya di sana :p (promosi terselubung)

Di bulan Oktober yang penuh dengan hujan ini, InsyaAllah buwin akan melahirkan anak bayi manusia, horeee! Sebenarnya buwin dalam dua bulan ini baru saja menemukan formula ritme yang tepat mengisi keseharian dengan Matahari. Tapii,,Yak,, mari ritme tersebut kita acak-acak lagi setelah lahirnya anak bayi :’D. Semoga buwin dapat lebih mengatur diri dengan lebih baik. Aamiin.

Kehamilan bayi kedua ini bisa dibilang agak dikesampingkan kualitasnya. Buwin dan Ayah Herry ternyata sangat sibuk mengurus Matahari yang memang masih batita. Huhu. Maaf ya anak bayi. Setelah cek Hb di lab, ternyata Hb buwin terlampau rendah. Ditambah lagi posisi anak bayi belum turun juga sehingga walaupun usianya sudah hampir 39 minggu, buwin belum pernah sama sekali merasakan kontraksi palsu :(. Semoga buwin bisa tetap melahirkan dengan proses normal senormal normalnya yah (tanpa induksi dan episiotomi). Aamiin lagi.

Oya, nama anak bayi pun belum disiapkan! USG pertama yang menunjukkan “hasil” anak perempuan, membuat kami ingin menamakannya Bumi. Namun hasil USG berikutnya menunjukkan jenis kelamin laki-laki. Nah lho, rencana hanyalah rencana ya xD. Buwin sih kini terpikir untuk menamakannya Akar, karena buwin jatuh cinta terhadap filosofi akar itu sendiri. Tapi entahlah, kita lihat saja nanti 🙂

Haduh harus cerita apa lagi yaa (padahal yang akan membaca pun mungkin hanya saya sendiri). Baiklah, sebaiknya kita tutup dengan doa saja daripada ketidakjelasan terus dilanjutkan :p.

Semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa (doa andalan blog ini). Aamiin Ya Allah :))

2

Bicara Tentang Uang dan Biaya Perawatan Anak

51

Matahari dan alat-alat bermainnya yang sederhana xD

Konon perihal uang adalah hal tabu untuk dibicarakan. Tapi bagaimana ya, kali ini saya ingin mengutarakan sedikit pemikiran saya tentang hal ini xD. Sekaligus memang ingin membaca dengan mata sendiri sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran saya :).

Mari kita flashback ke cerita beberapa tahun yang lalu agar jelas bagaimana pemikiran ini berawal 🙂

Dulu saya pernah bekerja di bank. Gajinya pun cukup besar untuk seorang jomblowati yang jarak antara kantor dan rumahnya hanya beberapa menit. Pekerjaan plus suasananya bisa dibilang sangat sangat enak dan menyenangkan. Tetapi setelah dua tahun bekerja, saya merasa hampa. Continue reading

0

Kehamilan yang (Tidak) Dinantikan

ibu

Buwin, seorang bumil yang kebanyakan protes

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Rasanya saya bosan ketika melihat timeline di media sosial banyak yang menyebarkan tautan mengenai bahayanya kehamilan jarak dekat. Kematian, rahim robek, tulang keropos, anak menjadi autis, ini, itu dan segala macam yang tidak diharapkan dipaparkan dalam artikel tersebut. Continue reading

1

Serba Serbi Kehamilan Kedua

IMG_5186

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Sebenarnya saya berkeinginan untuk “kembali” tidak menggunakan KB setelah melahirkan anak kedua nanti. Rasanya ingin saja memiliki tiga anak dengan jarak berdekatan. Kalau boleh jujur sih inginnya enam, tapi mungkin sebaiknya 3 saja yang tidak diatur jaraknya, sedangkan yang lain mulai diatur per dua tahun.

Continue reading

1

Setiap Orang Perlu Menulis, Termasuk Kamu :)

anak raja ulama besar
Berikut percakapan saya dengan teman saya beberapa waktu yang lalu 🙂


A: Ka winda, ga ngerti kenapa tiba tiba aku jadi punya cita cita menjadi penulis setelah baca blognya kk. Tapi aku ga ngerti harus mulai dari mana.

W:  Sebenernya winda juga pas mulai selalu gatau mau nulis apa, tapi setelah taawudz dan basmallah pasti ngalir sendiri (seriuss)

A: Tapi beneran aku suka ga pd ka, trauma si kayanya gara gara dibilang tulisannya lebay karena terlalu detail.

W: Kalau dibilang lebay sih winda juga pernah, lagian nulis emang perlu lebay dikit biar kesan nyampe ke pembaca, hahha. Dibilang ga punya kerjaan, dibilang ngapain sih nulis2 kayak gini, sampe dibilang tulisan winda ga bakalan laku dan ga ada yang mau baca juga pernah, hahhhaha (dan ini yang ngomong editor buku di perusahaan besar, pahitttt). Tapi kita memang ga bisa memuaskan keinginan semua orang, jadi ya biarin aja. Cape kalau mikirin orang yang ga suka, soalnya pasti banyak xD. Kita ikutin resep orang zaman dulu aja, “Menulislah dengan hati. Tulisan yang dibuat dari hati, akan sampai ke hati.”

A: Kayanya ini komen juga pake hati, soalnya nyampenya juga ke hati haha, iya ka aku mau mulai nulis lagi walaupun g tau apa yang mau ditulis hehe

Continue reading