0

Samudra 1 Tahun 8 Bulan

adikakak

tumplekblek

Sebenarnya nambah bulannya baru besok, tapi ibu tulis sekarang karena besok mudik ke tempat yang susah sinyal, ehhehe..

Celamaat camuda sudah tambah besaaalll. Masih lucuu sekali tingkahnya.

camuda

camuda bersandar pada kakak alfi pembimbing di sekolah. bersandar seenaknyahh..

Kemarin camuda ikut wa egi dan kakak bentang jalan-jalan tanpa ibu, ayah, dan kakak. Pergi dari siang sampai malam. Sepertinya beliau lupa kalau dirinya masih anak ASI! (dan gara-gara ini camuda jadi memanggil wa egi dengan sebutan “ibu”). Ketika pulang ia langsung memperhatikan wajah ibu lamaa sekali, hahhaha. Mungkin ada sedikit perasaan heran, walaupun setelah itu tetap sibuk bermain dan lupa ibunya lagi.

Kekuatan fisik Samudra sepertinya dipersiapkan untuk bisa melakukan perjalanan jauh sedari kecil. Ia dikondisikan untuk ikut kakaknya pulang pergi sekolah dan pulang pergi dari rumah nini ke rumah akung yang jaraknya sama-sama “lumayan”. Alhamdulillah selama ini ia menjalaninya tanpa mual muntah sama sekali. Memang ada satu kali ia mengamuk karena kami sempat terjebak macet sampai 5 jam ketika lebaran kemarin. Untung saja kami semua sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Ibu perhatikan setiap Samudra baru pulang dari perjalanan pasti ada saja kata/tingkah barunya. Memang yaa eksplorasi itu pentingg sekalii. Mungkin karena bulan kemarin Samudra dan kakak mulai puasa menonton (karena kakaknya tiba-tiba menolak menonton), jadi waktu untuk eksplorasi bisa lebih lama dari sebelumnya.

Kabar sedihnya adalah Samudra dan kakak masih batuk sampai sekarang, huhuuu.. Benar-benar sudah berbulan-bulan batuk walaupun sebelumnya sudah vaksin lengkap. Setelah ibu baca-baca memang seharusnya ketika batuk anak-anak dilarang untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis dalam kemasan/susu/gorengan/keripik/es krim. Yhaa ngga aneh juga batuk terus, wong selama ini makanannya ya itu semua -__-.

Ayo, belajar lagi ya ayah ibuu…

Beberapa hari kedepan kami akan mudik ke kabupaten sebelah. Semoga waktu adaptasinya hanya semebtar dan semoga kami semua diberikan kesehatan. Aamiin Yaa Mujibas Saailiin..

 

0

Baca Buku The Danish Way Of Parenting #1

Sudah dari beberapa waktu yang lalu menamatkan buku ini. Rasanya ingin segera beralih membaca buku lain. Tapi kok ya berasa hutang kalau bukunya belum diulas, hwehhee. Jadi ingat istilah “Ikatlah ilmu dengan tulisan”, sepertinya saya masih menjujung tinggi kalimat tersebut. Yap, baiklahhh.. Markibas, mari kita bahasss~ (kemudian pembaca bilang, “ih apa sihh”)

Awal membaca buku ini, saya berpikir bahwa The Danish Way Of Parenting sama seperti teori populer lainnya. Namun semakin lanjut saya membaca rasanya langsung, “Waaahh, gila semua orang harus bacaa…”

Pada buku The Danish Way Of Parenting, dijelaskan secara rinci tentang apa yang menjadi kebiasaan mereka selama ini. Sehingga lebih dari 40 tahun berturut-turut, orang Denmark menempati peringkat pertama dalam kategori orang terbahagia di dunia. Waw….. Indonesia peringkat berapa, ya?

Orang-orang Denmark menerapkan pola pengasuhan dengan dasar kasih sayang yang positif. Mereka menjunjung tinggi demokrasi, sehingga mendisiplinkan anak dengan cara memukul atau membentak tidak ada di dalam kamus mereka.

Teori pengasuhan ala Denmark disebut dengan PARENT (Play, Auntentisitas, Reframing, Empati, No Ultimatum, Togetherness). Namun sebelum melangkah kepada 5 hal tersebut, kita diajak untuk lebih mengenali diri sendiri. Contohnya kita diajak untuk melihat pembawaan alami kita, seperti apa ketika kita sedang lelah. Apa yang kita tidak sukai dan sukai dari cara kita mengasuh anak? Dengan mengetahui dan menjawab hal-hal tersebut, kita bisa memutuskan menjadi orang tua yang lebih baik.

Di sini diingatkan bahwa cinta adalah kata kerja. Ya, memerlukan usaha dan kerja jika kita ingin menerapkan pola pengasuhan yang positif. Bahkan di buku ini pun kita “dinasehati” agar mengalokasikan waktu tidur yang cukup dan kebiasaan menyehatkan lainnya. Tentunya agar kita bisa menerapkan pola pengasuhan yang maksimal.

Ketika membaca kalimat “cinta adalah kata kerja”, saya langsung merasa diingatkan kembali bahwa pengasuhan anak betul-betul perkara yang serius. Perlu ilmu, kesiapan, dan kerja sungguh-sungguh untuk melakoni peran sebagai orang tua. Jangan lupa diperlukan KESADARAN DIRI ketika sedang mengasuh.

*rasanya langsung pengen minta pijet*

Ada quote yang ditekankan pada bagian pembuka ini,

Happy kids grow up to be happy adults who raise happy kids, and so on.

Be happy yayaya buwin dan ayah herry~~

Jika hal yang dipelajari dari buku langsung dibahas semua, tulisan ini akan menjadi terlalu panjang tralala. Maka akan buwin bagi menjadi beberapa blogpost. Selanjutnya Insya Allah akan membahas bagian PARENT yang pertama, yaitu P for Play.

Ciao~

0

Matahari 3 Tahun 5 Bulan

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Selamat bertumbuh, Matahari! Sebenarnya ibu juga tambah bulan, tapi kenapa ga dicatetin juga perkembangannya tiap bulan ya? Hehhee..

Mari kita nulis good news nya duluk yaa

Ibu senang sekali “akhirnya” Matahari dan Samudra bisa dibilang akur banget sekarang. Bahkan kalau ibu ajak Matahari ke warung dan adik ngga ikut, Matahari akan sedih sekali. Alhamdulillah yahhh.. Merasa separuh jiwaku pergi gitu berarti, heheuuu.

Entah berapa kali dalam sehari Matahari bilang, “Adik, kita main yuk”. Terusss aja bilang gitu, saking doyannya main bareng plus adiknya memang masih sering terdistraksi, jadi harus dikasitau berulang. Hahhahahh.. Continue reading

2

Bukan Review: 30 Paspor The Peacekeepers Journey – J.S. Khairen

Akhirnya bisa baca buku ini juga, rasanya ingin menangis terharu. Sudah lama sekali saya menginginkan buku ini, namun terbentur dengan kebutuhan pokok yang lain. Tiba-tiba saja saya mendapatkan kesempatan untuk mendapatkannya hanya dengan biaya Rp 30,- saja (iya, tiga puluh rupiah tanpa salah baca). Yah, tentunya saya terima dengan riang gembira. Saya anggap ini bayaran dari pekerjaan nyapu-nyuci-ngepel-masak-ngasuh anak di rumah, hehhe.

Continue reading

0

Samudra 1 Tahun 7 Bulan

Clamaatt camuda hari ini udah cetaun jubulaann..

Kebiasaan barunya lagi suka cari posisi enak buat bobok, jadinya rusuh banget boboknya guling sana guling sini -___-. Suka tau-tau ada di pojokan kasur dengan posisi hamster lagi sembunyi. Kadang pake posisi kepala di kasur badan di bawah. Seterah samudra ajadehhh.

kelambu nyamuk jadi tak berguna

Paling gawat kalau kakak tidur duluan. Pasti banget ni adik kecil pengen ngegangguin. Mainan disimpen di tangan kakaknya lah, ngajak ngobrol kakaknya lah, atau apapun deh yg penting berisikkk, ngesheliinn dasar :))

Cerita lainnya, camuda lagi ga boleh lepas pengawasan banget (inimah dari dulu kale). Kenapa? Karena anak inih suka tau-tau “hinggap” di teralis jendela, di atas mesin jahit, atas meja, atau di tangga paling atas. Pokonya yang bahaya banget kalo ga diawasin, ishhh.. Mana dia yang dorong-dorong kursi sendiri dan kursinya disimpen di tempat dimana dia pengen manjat. Bebashh~~

Perkembangan bahasa masih minim, masih PRrrrrr buanget.. Tapi blio sudah hapal sign language lagu twinkle-twinkle little star. Sering juga nunjukin buku supaya dibacain. Namun untuk komunikasi masih lebih milih geleng2 atau angguk kepala aja daripada harus ngeluarin suara.

Terkaget dan terdahsyat apa coba? Ni anak maniak nonton. Dohhhhh…. Minta dicepret banget orang tuanya, udah tau anak usia belom 2 tahun ga boleh dikasih nonton. Tapi ya realistis ajah orang kerjaan ibunya di rumah buanyak. Padahal ibu ga punya henpon loh, jadi ga ada distraksi hempon, tapi ya memang banyak ajah kerjaannya.

Satu yang bikin ibuk sadar juga ternyata memang harus nyediain waktu khusus sih. Kayak guru TK, mana ada dah guru TK yang ngajar sambil nyuci baju, de el el. Gak ada. Harus fokusss dengan program yang udah disusun sebelumnya.

Jadi pilihannya perlu ada hal yang ibu korbankan. Kurangin waktu nyuci dan bebersih, ga usah masak, atau nitip anak ke gadget?

Tapi ide untuk ga masak dan ga bebersih adalah hal yang fatal banget, dimana di rumah ini berarti akan dihuni 5 orang yang tidak melakukan hal-hal tersebut :))). Tetotttt.. Kacau dunia persilatan.

Okeh, memang pernyataan terakhir hanyalah curhat belaka. Intinya akyu butuh solusiii.

0

Film Edukasi Anak di Youtube

Sebenarnya dulu buwin sebelum menikah pernah bilang ngga ngizinin anak nonton. Tapi setelah punya anak dua ya langsung buyarrr dah tuh idealisme tanpa pengalaman xD

Kalau ngikutin teori dari babycenter.com, ngasih anak nonton di usia 3 tahun itu bisa bermanfaat, asalll…

  1. Ngga lebih dari 2 jam sehari dan nontonnya hanya acara yang sesuai sama usia
  2. Misal kita kasih nonton video edukasi anak selama beberapa waktu, langsung matiin layar setelah acara itu selesai. No no no nyalain layar terus-terusan walaupun ga ditonton. Karena kalau anaknya lagi main, backsound video itu bisa ganggu konsentrasi.
  3. Makan di meja makan, bukan depan TV. Makan di meja makan sama-sama itu bisa meningkatkan skill komunikasi plus sekalian ajarin manner.
  4. Nonton bersama anak, jadi kita bisa ceritain apa yang kita lihat.
  5. Pastikan orang-orang di rumah tau tentang peraturan nonton.
  6. Berkaca sebelum memberikan aturan. Kalau kita bisa berjam-jam depan layar, anak bingung kenapa mereka ga boleh melakukan hal yang sama.
  7. Satu lagi teori tambahan yang entah dari mana sudah lupa, inget jarak layar sama mata ga boleh terlalu dekett, idealnya ga nonton di HP juga, karena kalau nonton di HP postur tubuhnya pasti mencong-mencong tanpa sadar.

Continue reading

0

Matahari 3 Tahun 4 Bulan

Audzubillahiminasyaitonirojim Bismillahirohmanirohim

Syelamat 3 tahun 4 bulan Tahaliiii.. Lahirnya sih jam satu siang ya, tapi ibu nulisnya jam 1 pagi x)).

Punya adik itu hal yang menantang banget yaa buat Matahari. Apalagi adiknya belom ngomong dan doyan adu fisik -__-, sabar-sabar aja sama Mamudla ya tahalii..

matahari yang sedang “kabur”. buka pagar dan pergi sendiri dengan mobilnya, karena ibu sedang malas diajak keluar

Menurut ibu pas Matahari usia 3 tahun sekarang itu bener-bener paling menguras energi, hahhaha.

Memang ngga enak banget pastinya ya. Pas lagi asik-asik main, eh ada bocah kecil yang dateng-dateng ngancurin lego atau tumpukan yang udah Matahari bangun tinggi. Mau marahh pastinya..

Apalagi ibu belum dapet formula yang pas buat ngelerai kalian berdua, ibu rasa Matahari sering merasa orang dewasa itu tidak adil.. Iya ngga?

Untung ayah kemarin pinjam buku It’s okay not to share dari sekolah. Lumayan, dari situ ibu jadi tau kalau Matahari ngga harus dipaksa untuk berbagi atau untuk sayang adiknya. Ada masa di mana Matahari boleh ngga suka sama adik, asal tidak menyakiti secara verbal atau fisik.

Eh, mungkin hal ini berlaku untuk orang dewasa ke anaknya juga, ya? Jujur lah walaupun sayang banget sama anak, pasti ada masa tidakannya sangat sulit untuk dimaklumi.

Jadi ingat kejadian semalam.. Gara-gara sering menonton lagu Yes Papa, Matahari jadi sering ngadat ingin makan gula banyak langsung dari wadahnya. (Bzzzzzzz… salah satu efek nonton yang jelek banget). Pertama ia mengambil wadah gula pasir sendiri dan asyik memakannya bersama adik. Setelah itu ibu katakan, “jangan banyak-banyak”. Ibu pun mengambil wadah tersebut dan menyimpannya diatas kulkas.

Matahari marah luar biasa. Warbiyasak banget lebih tepatnya -___-. Ibu pun mengambil “waktu tenang” untuk ke kamar mandi sebentar, mencari ide apa yang harus ibu lakukan selanjutnya.

Di sini ibu rasa ibu tidak memarahi dengan bentak-bentak dan tidak “bermain” fisik (belum pernah dan jangan sampai). Tapi tindakan ibu jelas sangat melukai Matahari.

Sebenarnya Matahari tetap bisa mendengar ketika sedang marah-marah. Toh kami lebih sering menyelesaikan permasalahan dengan berkomunikasi (walaupun di saat tegang), dibandingkan dengan tetap membiarkannya menangis tak tentu arah. Ibu ingat di salah satu buku memang anak itu perlu dibantu untuk keluar dari emosinya sendiri, tapi ibu lupa tepatnya bagaimana teorinya, huehhe.

Ketika anak usia 3 tahun itu beneran harus baca banget deh orang tuanya :s. Soalnya kalau ngga baca, ujung-ujungnya pasti keluar jurus “natural”. Alias jurus “menghadapi masalah” ala leluhur yang bahkan kita pun dulu gak suka banget digituin. Hmmmfff…

Banyak-banyak belajar dan berdoa ya, bukwin!

Matahari pun mulai menabung untuk beli mainan sendiri di celengan dari botol minum transparan. Kata ayah celengannya sudah bisa dibuka, tapi ibu masih ragu bagaimana cara menyampaikan bahwa dalam harta kita harus ada bagian untuk charity. Sudah bisa mengerti belum, ya?

Tadinya ada satu hal lagi yang ingin ibu ceritakan, tapi kok ya lupa sih -_____-

Btw karena temanya marah, jadi inget sekarang lagi hot-hotnya pilpres. Begitu banyak orang yang ngegas dan susah keluar dari emosi negatifnya sendiri. Ibu sendiri ga betah banget loh, muakkk sekali rasanya sama WA grup -____-.

Jadi inget kata bu egi, kalau di negara kita memang banyak orang dewasa namun masih “baby soul”. Yah, jadi sabar ajalah ya menghadapi baby :s. (padahal akupun juga sama)

Semoga hari-hari di negara Indonesia terselamatkan dari segala duka dan nestapa. Aamiin.