5

8 hal yang membuat kita “TERPAKSA” menulis

Menyambung dari postingan sebelumnya perihal menulis, kali ini saya ingin bercerita bagaimana caranya agar saya TERPAKSA rajin menulis. Mengalami masa hiatus ngeblog selama dua bulan, membuat bulan Agustus kali ini terlihat lebih berjaya karena berhasil meluncurkan enam tulisan yang terpampang mesra di halaman pertama blog ini x) *salaman sama diri sendiri*

Berikut tips cantik dari saya untuk saya agar bisa konsisten dalam menulis ^___^

1. DO IT NOW. SOMETIMES “LATER” BECOMES “NEVER”. Ayo nulis detik ini juga 😮 Tapi kenapa sih maksa banget harus menulis sekarang? yuuk, pembaca yang baik ayo baca lagi tips yang berikutnya —>

Continue reading

Advertisements
7

if you can talk, you can write :)

Selamat malam, windamaki.. sehat? x)))

Ceritanya hari ini saya mau menyebarkan materi toastmaster yang sudah saya buat beberapa waktu lalu. Eh, toastmaster itu apa sik? Monggo baca dulu di sini –> windamaki.wordpress.com/toastmaster/ :). Materi ini saya ambil dari beberapa sumber seperti: darwis tere liye, ollie salsabeela, Al-Qur’an, satria dharma, dan wahyu aditya (terimakasih banyak!). Saya memprediksikan waktu sepuluh menit untuk presentasi, ternyata pada saat itu kenyataannya hanya delapan menit waktu cuap-cuap yang saya gunakan. TETOT! Maaf, Windamaki kamu gugur di toastmaster kali ini, silakan coba lagi di lain waktu x)). Berikut presentasi toastmaster saya yang gugur waktu itu….

kisah 3 dokter cantik

Pada suatu hari, ada tiga wanita cantik yang baru lulus dari kuliah kedokteran. Mereka bertiga bersahabat dan pada saat mereka hendak berpisah karena akan pulang ke kampungnya masing-masing, mereka membuat kompetisi positif. Kompetisinya adalah, Continue reading

18

bermain dengan soundcloud

SoundCloud

apa sih judulnya ga ngerti .__. biarin deh~

JADI.. ceritanya tahun lalu ketika saya blogwalking, saya membaca ada postingan dari seorang blogger yang mengajak kita semua, termasuk si kamu yang ga sengaja baca blog saya untuk menjadi relawan baca. Apa sih relawan baca itu?? monggo baca di sini. Kalau males nge-klik, pada intinya relawan baca itu program yang diadakan untuk membuat audio book bagi teman-teman kita yang menyandang tunanetra :). Kita bisa merekam suara kita yang sedang membaca buku lalu hasilnya diunggah ke situs 4shared atau soundcloud. Aaaa pasti yang ngadain program itu orangnya pinter banget deh, soalnya Allah kan berjanji akan menambahkan ilmu terhadap orang yang mau berbuat baik (QS Yusuf: 22) ^__^ *salahsatu ayat favorit*

Continue reading

0

bacalah dengan perlahan

Berkeinginan untuk bangun pukul 00:00, tapi lupa untuk menyalakan alarm. Ternyata Allah mengabulkan keinginan secara sempurna dengan membangunkan saya pukul 11:58 🙂 Terimakasih Ya Allah.  I love You so much.

Meminta dibangunkan dengan tujuan mengerjakan tugas bahasa Inggris yang tidak kunjung selesai (sampai detik ini di pukul 04:01 belum ada tanda-tanda akan segera selesai :p) dan beranjak pukul dua pagi untuk meminta petunjuk. Alhamdulillah dengan suasana yang hening, Allah memasukkan saya ke dalam pikiran bahwa hal yang harus saya lakukan adalah memaafkan, mendoakan, dan berbuat baik. 🙂 Setelah itu saya membuka Al-qur’an secara acak dan menemukan surat Al Infithaar. Mari kita baca secara perlahan dan seksama 🙂

Diawali dengan Ta’awudz dan Basmallah 🙂 Continue reading

127

pengalaman menjadi teller dan customer service \(^_^)/

selamat pagi windamaki \(^_^)/

semoga harimu bermanfaat dan jangan lupa bayar zakat!

*abis gajian ceritanya*

baru ada ide menulis tentang pengalaman kerja di bank setelah tiga bulan pergi dari sana xD, abis dipikir-pikir seru juga sih kerja di bank x)). seru asal jangan lama-lama ajaa~~ etapi terserah sih xP

2 Januari 2012 tepatnya saya pertama kali kerja dan berkarir jadi teller di bank, yah anggap saja


namanya bank muamalat (padahal memang bener kerja di situ..haha). ah sekalian cerita semuanya aja deh ya! awal desember 2011 saya mengajukan lamaran langsung ke kantor muamalat di bogor, sorenya ditelp sama bagian personalia bahwa saya harus menjalani tes tertulis keesokan harinya.

Seperti inilah tahapannya :

  1. Tes tertulis mengenai perbankan syariah dan pengetahuan dasar Islam. 16 orang.
  2. Psikotest di Jakarta. Tes pauli, deret angka, gambar, dan sebagainyah. Ternyata yang dari Bogor hanya tersisa 3 orang.
  3. Tes kesehatan di Prodia
  4. Interview sama 2 orang penanggungjawab bagian operasional. Prosesnya agak serem. Hahaha. Tapi kalo udah kenal sih baik banget :P. Tes tinggi badan (ternyata tinggi saya kurang), tes ngaji dan ditanya sedalam apa si kamu sama Islam, ditanya juga pergaulannya gimana. Saya jawab sejujur-jujurnya dan yakin banget gara-gara tes ini bakal langsung di blacklist. Hahahaa. Ternyata Allah berkata lain.
  5. Tes EPT di LIA. Pilihan ganda, essay, dan interview bahasa inggris. Aakk. Tinggal 2 orang. Saingan saya pun sangat-sangat enak diliat mukanya, gawat!
  6. Interview sama bos operasional. Ini lama banget dan super serem, eh ternyata pas udah kerja sih orangnya baik -____-. Acting doang ternyata.
  7. Interview lagi sama GM Bogor.. Sementara hati udah siap di bully, eh ternyata GM-nya super baiiikksssssss, rasanya ga pernah sebahagia itu pas di interview \(^_^)/
  8. Interview lagi sama bagian umum yang ditemani oleh sang HRD yang udah megang-megang Al-Qur’an lagi. Ditanya apakah kamu siap ditempatin di tempat yang jauh, di cileungsi atau di antariksa. (si winda lebay)
  9. Tandatangan kontrak! Yeeeyyy.. bisa punya uang buat jajan buku dan beli kue \(^_^)/
  10. Pertama kali kerja langsung merasa terintimidasi. Ini pegawai bank atau peserta America’s next top model? (-__-)a customer service dan teller senior saya pada cantiks cakeps banget! I’m sick of this! (lebay lagih) Kalau ga percaya pada dateng aja ke muamalat bogor, saya ga bohong, serius~~

Hari kedua kerja saya jatuh jumpalitan sampe sepatu high heels saya patah (padahal baru beli, hiks!). Sebulan pertama kena tegur urusan make up, karena ga bisa pake, bahkan punya aja ngga. Atasan saya sampe shock pas tau saya ga punya lipstick. (Sebagai frontliner, make up adalah must-have-item)

Karena takut melanggar kode etik, hal-hal sakral tentang cs teller ga bisa saya kasihtau disini 😛 tapi saya bisa cerita hal-hal lain yang sebenernya ga penting. hahaha~~~

Kerja di depan itu kadang rame kadang sepi~. Kadang ada nasabah kadang ngga. Pas lagi ga ada nasabah biasanya kami (3 teller yang kerja bersebelahan, anggap saja namanya arif-winda-siti *padahal memang bener*) suka perperilaku aneh, haha~. misalkan bikin “english day” dengan kemampuan english kami yang sangat terbatas xD sampe si Arif stress sendiri dan bilang, “Ya Allah, gue teh S1” xD.

Teller itu bisa iseng :P. Nasabah yang baru dateng ngambil nmr antrian abis itu kan nulis slip dulu. Kalau tellernya bandel, pas mereka baru megang pulpen, antriannya udah kita panggil :B. JELASS hal ini bikin nasabah khawatir, nulis buru-buru, dan tergesa-gesa bilang ke security bahwa slipnya belum selesai ditulis (nyahaha). Biasanya saya yang kerjaannya iseng begini :P, sering diomelin juga sama teller kanan dan kiri. hahaha. Tapi gara-gara iseng begini nasabahnya jadi salah nulis mulu dan yang rugi jadi saya juga -__-

Teller itu harus teliti. Mungkin orang lain mikirnya hanya teliti di bagian hitung uang aja, padahal sebenernya harus teliti sama slip yang ditulis sama nasabah. Ada rumusnya, yaitu TNT NaNo (tanggal, nominal, terbilang, nama dan nomor rekening). Biasanya ada aja nasabah yang salah inget tanggal, atau salah nulis terbilang. Misalkan nominalnya Rp 50.000 tapi pas bagian terbilangnya ditulis “lima ribu rupiah”. Nah! teller itu harus zero defect, alias ga boleh ada kesalahan sedikitpun di bagian ini. Kalaupun ada, nanti dihitung oleh bagian audit, dan diumumkan di akhir bulan berapa dosa yang udah kita buat. Pokonya hal ini dampak buruknya bisa kemana-mana -_-. Makanya kalau jadi nasabah tolong ikut teliti juga ya T__T

NAHH.. Mumpung lagi cerita tentang nasabah yang kurang teliti, ada lagi nih nasabah yang memang sengaja ga teliti, mereka biasa disebut Mistery Shopper. Mereka mampu membuat kami—para frontliner—bete seharian. Hahaha. Mistery shopper itu kayak pacar, kerjaannya nyari kesalahan 😛 ga juga sih, yang jelas mereka ngitung berapa lama waktu antrian sebelum mereka dipanggil, si korban (alias frontliner yang “ga sengaja” kena jebakan) udah bener belom ngucapin greetingnya, ramah ga, lelet ga, make upnya maksimal ga, senyumnya berapa centi, de el,el. Biasanya si korban bisa tau kalau mereka lagi berhadapan dengan mistery shopper yang gagal misterius itu. Mistery shopper selalu mengulang pola yang sama, uangnya kurang, nulis slipnya salah mulu, mereka selalu ke ATM dan ke toilet, mereka nanya tentang perbankan syariah, dan yang paling nyentrik adalah… mereka ngerekam video pake kamera hp secara terang-terangan -___-. Ya ketauan lah! Walaupun ketauan banget kalau mereka dateng, mistery shopper tetap menjadi ancaman paling mengerikan untuk frontliner. Selamat yah you guys!

Nasabah jenis lain lagi? Adaa… Ada nasabah yang selalu bawa uang logam sampai berjuta-juta (kebayang ga teller ngitungnya gimana?), ada yang ngirim uang ke luar negeri mulu yang sebenernya makan proses agak lama di teller dan agak bikin teller bete dikit xP, ada yang pegennya dapet uang baru tanpa lipatan sedikitpun, dan ada juga yang nanya, “mbak sudah menikah? kebetulan saya lagi cari istri”. Saya cuma merinding dan bilang, “maaf pak, saya masih kecil”. itu jawaban konyol banget tapi memang seperti itulah yang saya rasakan xD

Mau cerita pengalaman jadi cs dan teller tapi malah ngomngin nasabah xD maaf yah you guys!

Pokonya di teller itu dapet pengalaman megang uang beratus-ratus sampe milyaran rupiah tapi ngomong sama nasabahnya sedikit banget. Kalo di cs berkutat dengan laporan yang banyak dan harus ngomong sama nasabah sampai bebusa walaupun entah nasabahnya ngerti apa ngga.

Pokonya kerja dua tahun menjadi teller dan 4 bulan menjadi customer service itu pengalaman yang cukup menyenangkan! \(^_^)/

Baca juga postingan baru mengenai cs dan teller di link ini ya ^__^ –>>https://windamaki.wordpress.com/2015/02/26/pengalaman-kerja-menjadi-teller-dan-customer-service-lagi/